RSS

Tag Archives: target

41. Nice Homework #5

Untuk NHW kali ini, peserta matrikulasi diminta untuk membuat desain pembelajaran bagi dirinya masing-masing. Masuk akal, karena kalau si ibu tak punya dasar road map pembelajaran bagi dirinya sendiri, bagaimana ingin mendidik anak-anaknya dengan terarah. Duuh, tiap NHW saya berasa dijewer deh. Anaknya ini (padahal sudah jadi emak) masih suka moody, tidak fokus dan tidak konsisten dengan target yang telah ditetapkan di awal.

Karena di NHW #5 tidak ada clue yang spesifik bagaimana membuat desain pembelajaran, maka saya googling terlebih dahulu apa itu desain pembelajaran dan bagaimana membuatnya. Website ini jadi acuan saya dalam membuat desain pembelajaran.

http://www.mediabelajar.cf/2013/06/model-model-desain-pembelajaran.html

Ada beberapa model yang bisa digunakan, antara lain: model Dick dan Carey, model ASSURE, model Gerlach dan Ely, model ADDIE, model Degeng, model PPSI, model J.E. Kemp, model Instructional System Design (ISD), dan Model Pengembangan Instruksional (MPI).

Dari sekian banyak metode, saya memilih model ADDIE untuk membuat desain pembelajaran. Selain pas di hati, metode ini juga sederhana. Saya tipe yang suka kepraktisan dan jelas alurnya. Kalau metode yang terlalu rumit, nantinya malah keblinger sendiri, hehe. Metode ADDIE merupakan model desain pembelajaran yang menggunakan 5 langkah sederhana, yakni Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation.

Tiap orang adalah unik, jadi temukan desain pembelajaran yang sesuai dengan kepribadian dan kondisi dirimu. Berikut desain pembelajaran ala saya yaa.

ANALYSIS

Menganalisis kebutuhan untuk menentukan masalah dan solusi yang tepat dan menentukan kompetensi siswa.

Kebutuhan saya adalah memahami ilmu agama Islam dengan baik dan menjadi wirausaha di bidang kuliner.

DESIGN

Menentukan kompetensi khusus, metode, bahan ajar, dan pembelajaran.

Ilmu agama Islam

Kompetensi khusus:

  • Menguasai cara membaca al-qur’an yang baik dan benar, dari sisi makhraj huruf dan tajwid.
  • Menguasai bahasa Arab
  • Menguasai dasar-dasar ilmiah ilmu agama Islam, seperti fiqh, hadist, sirah nabawiyah, dll.
  • Memiliki kemampuan dalam hal menyampaikan materi keagamaan dengan baik.

Metode belajar:

Secara otodidak (online dan membaca buku) serta mengikuti kajian dan kursus yang terkait.

Bahan ajar:

  • Buku/kitab penunjang
  • Gadget untuk browsing materi secara online

 

Ilmu kuliner

Kompetensi khusus:

  • Menguasai teknik cooking dan baking dengan baik dan benar.
  • Memiliki kemampuan dalam hal manajemen bisnis kuliner.
  • Memiliki kemampuan dalam hal pemasaran produk.

Metode belajar:

Secara otodidak (online, membaca buku, dan praktek resep) serta mengikuti kursus yang terkait.

Bahan ajar:

  • Buku resep masakan & kue
  • Gadget untuk browsing materi secara online
  • Peralatan memasak yang memadai

DEVELOPMENT

Memproduksi program dan bahan ajar yang akan digunakan dalam proses pembelajaran.

Memproduksi bahan ajar?

Hmm, kalau saya lebih ke memperbanyak referensi semisal buku-buku kali ya.

IMPLEMENTATION

Melaksanakan program pembelajaran dengan menerapkan desain atau spesifikasi program pembelajaran.

Selain kegiatan belajar, di sini saya juga memasukkan kegiatan membuat jadwal belajar yang di-break-down ke bulanan, mingguan, dan harian. Hari ini fokus ke ilmu apa, besok tentang apa, dan seterusnya. Karena ada beberapa jurusan ilmu yang ingin saya tekuni, maka saya harus membagi waktunya. Waktu yang saya gunakan untuk kegiatan implementation ini 1 – 2 jam per hari.

EVALUATION

Melakukan evaluasi program pembelajaran dan evaluasi hasil belajar.

Kegiatan evaluasi akan diadakan setiap 1 bulan sekali, me-review checklist kegiatan serta melibatkan suami sebagai second opinion. Karena jika dilihat dari sudut pandang saya pasti hasilnya oke-oke saja, hehe.

Sekian pembuatan desain pembelajaran ala saya. Semoga saya istiqomah dalam proses belajar menjadi individu, istri, dan ibu yang bahagia, aamiin 🙂

 

Tags: , , , , ,

39. Nice Homework #4

Memasuki materi minggu keempat, masih semangat dong ya. Berikut NHW #4 yang saya kerjakan.

Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Ketika mendapatkan pertanyaan untuk memilih SATU jurusan ilmu, sejujurnya itu adalah pertanyaan yang sulit. Karena ada empat ilmu yang ingin saya tekuni, yaitu ilmu agama, ekonomi, kuliner, dan menulis. Saya ingin mendalami ilmu agama Islam karena sebagai muslim mempunyai tugas untuk menyampaikan kebaikan Islam di lingkungan sekitar. Ilmu ekonomi ingin saya pelajari karena berhubungan erat dengan pekerjaan sehari-hari di Jakarta. Ilmu kuliner dan kepenulisan ingin saya tekuni karena saya jatuh cinta dengan dunia masak-memasak dan menulis. Selain itu kemampuan menulis juga menunjang pekerjaan saya yang dituntut untuk bisa menulis laporan ilmiah serta menunjang kegiatan dakwah.

Saat ini saya akan fokus untuk mendalami ilmu agama Islam dan kuliner.

Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

*Tutup muka*

Belum semua checklist yang saya buat mampu dijalankan. Harus lebih semangat nih!

Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Untuk menjawab pertanyaan ini saya merujuk pada al-Qur’an surat al-Mulk ayat 1-2: “Maha Suci Alloh yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun”.

Semasa bekerja, saya sibuk dengan rutinitas kantoran dan beragam deadline tugas yang diberikan atasan. Tak terlalu memikirkan apa visi misi hidup saya. Go with the flow aja, dengan melakukan tugas yang ada di depan mata dengan baik. Namun di saat sedang cuti seperti sekarang ini yang notabene memiliki waktu luang untuk merenung, kemudian bertemu orang-orang baru yang menginspirasi saya, lalu bergabung dengan komunitas IIP, saya menyadari apa misi hidup saya di muka bumi ini. Saya ingin karya saya bermanfaat bagi banyak orang.

Misi hidup: memiliki karya yang bermanfaat bagi banyak orang

Bidang: ilmu agama islam dan kuliner

Peran: pendakwah di lingkungan sekitar serta wiraswasta di bidang kuliner

Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

Ilmu agama Islam

KM 0 – KM 1

(6 bulan)

Mengikuti kajian ·  Mengikuti halaqoh dan kajian selama    di Canberra

·  Menonton youtube ceramah ustadz

KM 1 – KM 2

(3 tahun)

Mempelajari cara membaca al-Qur’an yang baik dan benar ·  Mengikuti kelas Tahsin di Jakarta
Membaca buku-buku
Mengikuti kajian ·  Mengikuti halaqoh dan kajian di              Jakarta

·  Menonton youtube ceramah ustadz

KM 2 – KM 3

(1 tahun)

Mempelajari public speaking ·  Mengikuti training public speaking
KM 3 – KM 4

(1 tahun)

Mempelajari tentang halaqoh & menjadi murobbi yang baik

Ilmu kuliner

KM 0 – KM 1

(6 bulan)

Mencoba aneka resep masakan ·  Mencoba resep masakan yang akan        dipasarkan

·  Menentukan masakan apa yang akan    difokuskan untuk bisnis kuliner

Merintis usaha berjualan makanan ·  Memperkenalkan nama usaha

·  Berjualan makanan dengan sistem          pre-order

KM 1 – KM 2

(1 tahun)

Mengikuti kursus memasak ·  Mengikuti kursus memasak di Jakarta
Merintis usaha berjualan makanan dengan sistem pre-order ·  Memutuskan jenis masakan apa yang    akan dijual serta mem-fix-kan                  resepnya

·  Mencari karyawan untuk memasak

·  Memperkenalkan nama usaha ke            lingkungan kantor

·  Berjualan makanan dengan sistem          pre-order

KM 2 – KM 3

(2 tahun)

Merintis usaha berjualan makanan dengan membuka warung makan
KM 3 – KM 4

(2 tahun)

Merintis skema franchise

Target ini saya buat secara beririsan dan telah mempertimbangkan waktu 2 tahun untuk masa studi S2. Selain itu tahap pertama saya buat dengan rentang waktu 6 bulan karena InsyaAlloh akhir tahun ini saya beserta keluarga akan kembali ke tanah air. Selain itu, waktu yang saya sisihkan dalam mempelajari ilmu-ilmu tersebut hanya 1 – 2 jam per hari karena mempertimbangkan peran saya sebagai ibu rumah tangga dan rutinitas kantor. Semoga ALLOH memberikan kemudahan dan keberkahan waktu bagi saya agar bisa mencapai target-target tersebut.

Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Sebagian sudah dimasukkan ke dalam checklist, tetapi checklist harian akan diubah kembali menyesuaikan ilmu-ilmu yang akan saya dalami.

Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan.

Bismillaahirrohmaanirrohiim.

Dengan menyebut nama ALLOH saya ber-azzam untuk bisa bermanfaat bagi banyak orang melalui karya-karya saya.

InsyaAlloh.

 

Tags: , , , , ,

35. Nice Homework #2

Deg-degan.

Ya, begitulah rasanya ketika akan mendapatkan tugas mingguan di kelas matrikulasi. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan mampu membuat otak berpikir. Dan sepertinya semakin susah dibanding minggu kemarin, hehe. Tugas minggu ini adalah peserta diharapkan membuat indikator apa saja agar mampu menjadi perempuan yang profesional. Nah, karena perempuan mempunyai tiga peran sekaligus, yakni sebagai individu, istri, dan ibu, maka ketiganya harus dibuatkan indikator-indikatornya.

Peserta mendapatkan guideline dalam pembuatan indikator, yakni SMART.

Specific: unik/detail

Measurable: terukur, misalnya dalam 1 bulan 4 kali menulis blog

Achiveable: bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah

Realistic: berhubungan dengan kondisi sehari-hari

Timebond: berikan batas waktu

Mirip-mirip lah ya dengan target/resolusi, yang kebetulan saya sudah membuatnya di awal tahun. Yeay, bisa copy-paste, hehe. Hanya yang belum adalah target menjadi istri yang baik. Duh jadi malu, hal ini bisa tidak terpikirkan pada saat membuat resolusi tahunan. Untuk mengisi indikator istri profesional, man-teman bisa memberikan pertanyaan ke suami: istri seperti apa yang bisa membuat suami bahagia. Sebelum suami menuliskan indikator-indikatornya, di awal saya sudah memberi warning “yang pasti jangan masak 3 kali sehari” 😀

Sebagai Individu

No. Sasaran Strategis Indikator Waktu
1 Umum Membuat rencana aktivitas mingguan 1x / minggu
2 Kesehatan jasmani Makan buah & sayur serta minum susu Setiap hari
Olahraga; jalan kaki / senam 1x / minggu
3 Up-grade ilmu akhirat Menambah hapalan al-qur’an 1 ayat / hari
Mengikuti kajian pekanan 1x / minggu
Membaca kitab-kitab ulama 1x / 3 bulan
4 Up-grade ilmu dunia Kuliah S-2 1x
Mengikuti training/ seminar/ workshop 1x / 3 bulan

 

Sebagai Istri

No. Sasaran Strategis Indikator Waktu
1 Keuangan Menyusun budget bulanan dengan rincian:

a.       ZIS : 2,5 – 5%

b.      Investasi : 20%

c.       Tabungan : 10%

d.      Cicilan hutang : 20 – 30%

e.      Pengeluaran : 35%

1x / bulan

(satu minggu sebelum bulan baru)

Menyusun evaluasi keuangan 2x / tahun
2 Silaturrahim dengan keluarga Menelepon orang tua & mertua 1x / minggu
Mengunjungi orang tua & mertua 1x / 2 minggu
Mengunjungi kerabat suami 2x / tahun
3 Memuliakan tamu Menyuguhkan hidangan 5 menit setelah kedatangan tamu

 

Sebagai Ibu

No. Sasaran Strategis Indikator Waktu
1 Umum Membuat rencana aktivitas mingguan dengan anak 1x / minggu
2 Menjadi guru dan teladan yang baik bagi anak-anak Mengajarkan, mengajak & mendampingi anak membaca al-qur’an 1x / hari
Mengajarkan, mengajak & mendampingi anak tentang tata cara ibadah 1x / minggu
Mendampingi, mendengarkan, & memberi pengertian pada tontonan anak, serta kegiatan anak di sekolah Setiap hari

Inilah indikator versi saya setelah berdiskusi dengan suami. Kegiatan harian yang lebih rinci akan dibuat di rencana aktivitas mingguan, misalnya target membaca al-qur’an dalam sehari ¼ juz, membacakan buku anak setiap hari, dan lain sebagainya.

InsyaAlloh.

Menuliskan berbagai target merupakan langkah nyata bagi saya dalam berproses menjadi perempuan yang profesional.  

 

 

 

Tags: , , , , ,

33. Aliran Rasa NHW #1

Selain mengerjakan tugas mingguan yang disebut dengan Nice Homework (NHW), peserta matrikulasi juga diberikan tugas membuat tulisan yang isinya kesan yang didapat selama pengerjaan NHW. Tulisan tersebut dinamai “Aliran Rasa”. Ternyata tugas kelas matrikulasi lumayan banyak juga ya, hehe. Karena sudah berkomitmen mengikuti komunitas Ibu Profesional, maka harus bertanggungjawab mengerjakan setiap tugas yang diberikan.

Terkait NHW #1, sejujurnya saya terkejut dengan pertanyaannya. Mungkin ada yang beranggapan jika pertanyaan tersebut adalah hal sepele. Namun justru kesederhaan pertanyaan tersebut mampu membangkitkan rasa penasaran terhadap pencarian jati diri. Tentu pemaknaan dari pertanyaan NHW tiap orang berbeda. Bagi saya, cakupan universitas kehidupan ini sangatlah luas. Tak sebatas menjadi seorang ibu saja. Sebagai seseorang yang telah menikah dan memiliki anak, maka saya mempunyai peran sebagai istri dan ibu, untuk itu saya perlu membekali diri dengan ilmu pernikahan dan ilmu parenting. Sebagai pekerja, saya berperan sebagai statistisi, karenanya saya perlu memperdalam ilmu terkait statistik dan ekonomi.  Sebagai individu yang memiliki passion, saya memperdalam ilmu terkait masak-memasak dan menulis. Namun, sebagai manusia, saya mempunyai peran sebagai seorang muslim.

Sejalan dengan review NHW #1 yang akan saya tuliskan di bawah, akhirnya saya menyadari bahwa peran saya di muka bumi ini adalah sebagai muslim yang senantiasa berkewajiban untuk menyampaikan tentang kebaikan Islam kepada komunitas di sekitar saya. Kegiatan dakwah ini tak hanya tugas para ulama, tetapi setiap muslim, sesuai kemampuan dan kapasitas diri masing-masing.

Dalam Al-Qur’an, Alloh Subhanahu wa Ta’ala menyebut bahwa muslim yang beruntung adalah yang mengajak orang lain kepada kebaikan, sebagaimana tertulis dalam surat Ali ‘Imran ayat 104: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”. Mau menjadi muslim yang beruntung kan? 🙂

—–

Review NHW #1

ADAB SEBELUM ILMU

Disusun oleh Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Apa kabar bunda dan calon bunda peserta Matrikulasi IIP Batch #4?

Tidak terasa sudah 1 pekan kita bersama dalam forum belajar ini. Terima kasih untuk seluruh peserta yang sudah “berjibaku” dengan berbagai cara agar dapat memenuhi “Nice Homework” kita. Mulai dari yang bingung mau ditulis dimana, belum tahu caranya posting sampai dengan hebohnya dikejar deadline.

Insya Allah kehebohan di tahap awal ini, akan membuat kita semua banyak belajar hal baru, dan terus semangat sampai akhir program.

Di NHW#1 ini, tidak ada jawaban yang benar dan salah, karena kita hanya diminta untuk fokus pada ilmu-ilmu yang memang akan kita tekuni di Universitas Kehidupan ini. Yang diperlukan hanya dua yaitu FOKUS dan PERCAYA DIRI. Jangan sampai saat kuliah dulu kita salah jurusan, bekerja salah profesi, sekarang mengulang cara yang sama saat menapaki kuliah di universitas  kehidupan, tapi mengharapkan hasil yang berbeda. Kalau pak Einstein menamakan hal ini sebagai “INSANITY”.

INSANITY : DOING THE SAME THINGS OVER AND OVER AGAIN, AND EXPECTING DIFFERENT RESULT – Albert Einstein

Setelah kami cermati, ada beberapa peserta yang langsung menemukan jawabannya karena memang sehari-hari sudah menggeluti hal tersebut. Ada juga yang masih mencari-cari, karena menganggap semua ilmu itu penting.

Banyak diantara kita menganggap semua ilmu itu penting tapi lupa menentukan prioritas. Hal inilah yang menyebabkan hidup kita tidak fokus, semua ilmu ingin dipelajari, dan berhenti pada sebuah “kegalauan” karena terkena “tsunami informasi”. Yang lebih parah lagi adalah munculnya penyakit “FOMO” (Fear of Missing Out), yaitu penyakit ketakutan ketinggalan informasi. Penyakit ini juga membuat penderitanya merasa ingin terus mengetahui apa yang dilakukan orang lain di media sosial. FOMO ini  biasanya menimbulkan penyakit berikutnya yaitu ”NOMOFOBIA”, rasa takut berlebihan apabila kehilangan atau hidup tanpa telepon seluler pintar kita.

Matrikulasi IIP batch#4 ini akan mengajak para bunda untuk kembali sehat menanggapi sebuah informasi online. Karena sebenarnya sebagai peserta kita hanya perlu komitmen waktu 2-4 jam per minggu saja, yaitu saat diskusi materi dan pembahasan review,  setelah itu segera kerjakan NHW anda, posting dan selesai, cepatlah beralih ke kegiatan offline lagi tanpa ponsel atau kembali ke kegiatan online dimana kita fokus pada informasi seputar jurusan ilmu yang kita ambil. Hal tersebut harus diniatkan sebagai investasi waktu dan ilmu dalam rangka menambah jam terbang kita.

Katakan pada godaan ilmu/informasi yang lain yang tidak selaras dengan jurusan yang kita ambil, dengan kalimat sakti ini:

MENARIK, TAPI TIDAK TERTARIK

Apa pentingnya menentukan jurusan ilmu dalam universitas kehidupan ini?

JURUSAN ILMU YANG KITA TENTUKAN DENGAN SEBUAH KESADARAN TINGGI DI UNIVERSITAS KEHIDUPAN INI, AKAN MENDORONG KITA UNTUK MENEMUKAN PERAN HIDUP DI MUKA BUMI INI.

Sebuah alasan kuat yang sudah kita tuliskan kepada pilihan ilmu tersebut, jadikanlah sebagai bahan bakar semangat kita dalam menyelesaikan proses pembelajaran kita di kehidupan ini.

Sedangkan strategi yang sudah kita susun untuk mencapai ilmu tersebut adalah cara/ kendaraan yang akan kita gunakan untuk mempermudah kita sampai pada tujuan pencapaian hidup dengan ilmu tersebut.

Sejatinya,

SEMAKIN KITA GIAT MENUNTUT ILMU, SEMAKIN DEKAT KITA KEPADA SUMBER DARI SEGALA SUMBER ILMU, YAITU “DIA” YANG MAHA MEMILIKI ILMU.

Indikator orang yang menuntut ilmu dengan benar adalah terjadi perubahan dalam dirinya menuju ke arah yang lebih baik.

Tetapi di  Institut Ibu Profesional ini, kita bisa memulai perubahan justru sebelum proses menuntut ilmu. Kita yang dulu sekedar menuntut ilmu, bahkan menggunakan berbagai cara kurang tepat, maka sekarang berubah ke adab menuntut ilmu yang baik dan benar, agar keberkahan ilmu tersebut mewarnai perjalanan hidup kita.

MENUNTUT ILMU ADALAH PROSES KITA UNTUK MENINGKATKAN KEMULIAAN HIDUP, MAKA CARILAH DENGAN CARA-CARA YANG MULIA

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber Bacaan :

Hasil Penelitian “the stress and wellbeing” secure Envoy, Kompas, Jakarta, 2015

Materi “ADAB MENUNTUT ILMU” program Matrikulasi IIP, batch #4, 2017

Hasil Nice Home Work #1, peserta program Matrikulasi IIP batch #4, 2017

—–

Hal menarik dari review tersebut adalah kita harus fokus terhadap ilmu yang memang ingin kita dalami. Ternyata tidak semua ilmu perlu kita kuasai, apalagi ilmu yang tak selaras dengan pilihan ilmu di universitas kehidupan. Nasihat ini mengena banget ke saya, karena saya mudah terpengaruh lingkungan sekitar, serta menganggap saya bisa melakukan banyak hal di satu waktu. Misalnya, kerja kantoran iya, lalu berjualan baju online pun iya, ditambah mengikuti kursus memasak pun iya. Banyak maunya ya, hehehe.

Alhamdulilah, dengan NHW #1 saya belajar untuk fokus terhadap apa yang ingin saya lakukan. Meskipun saya memiliki banyak passion, tapi mulai dipilah mana yang mendukung dan mana yang tidak terlalu mendukung terhadap ilmu pilihan di universitas kehidupan ini.

Yuk para ibu, mari kita fokus, dan berani berkata “menarik, tapi tidak tertarik” pada godaan ilmu yang tak sejalan. Bismillah.

 

Tags: , , , ,

30. Resolusi di Tahun 2017

Hai blogku, lama tak bersua. Niat hati ingin posting satu tulisan dalam seminggu, tetapi kenyataannya sudah lebih dari enam bulan blog ini tak ber-progress. Begitu banyak peristiwa yang terjadi dan begitu banyak yang ingin diceritakan; keputusan untuk CLTN (Cuti Luar Tanggungan Negara), menemani suami yang melanjutkan kuliah di negeri kangguru, winter’s life, dan berbagai hal menarik selama tinggal di Canberra. Hmm, dimulai dari mana ya?

Bagaimana jika dimulai dengan harapan untuk tahun 2017. Setiap orang memiliki impian yang ingin diwujudkan selama satu tahun ke depan. Entah itu adalah lulus dari jenjang pendidikan yang sedang dijalani, promosi jabatan kantor, menikah, memiliki anak, usaha dagang makin laris, dan lainnya. You name it. Sebagian orang menuliskan impian tersebut menjadi resolusi yang ingin dicapai, dan sebagian lainnya cukup menyimpan keinginannya dalam hati.

Saya termasuk tipe pertama; suka menulis berbagai impian di kertas. Bukan apa-apa, saya tipe orang yang pelupa. Jadi biar ingat saya tulis deh di sebuah buku apa saja yang saya inginkan dalam hidup. Selain itu dengan menuliskan target hidup, akan membuat saya senantiasa on the track. Misalnya saya ingin traveling keliling dunia. Nah, hal-hal apa saja yang harus saya lakukan guna mendukung target tersebut. Langkah pertama tentulah membuat pos tabungan yang dikhususkan untuk traveling.

Meski agak telat mem-post terkait resolusi, tapi lebih baik daripada tidak sama sekali. Pembagian kelompok target saya singkat dengan RUJAK. RUJAK ini terinspirasi dari kegiatan dalam halaqoh yang saya ikuti selama di Canberra. RUJAK merupakan singkatan dari Ruhiyah, Uang, Jasmani, Akademik, dan Keluarga.

Ruhiyah

Ruhiyah menempati posisi teratas dalam target hidup saya. Sebagai seorang muslim, saya percaya dengan keberadaan surga dan neraka. Bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara dan akan ada kehidupan setelah kematian dimana setiap tindakan kita selama hidup akan dimintai pertanggungjawabannya. Namun, tantangan di kelompok ini sangatlah berat. Menjaga agar ibadah kita senantiasa stabil bukanlah pekerjaan mudah, sangat sulit malah. Untuk itu tulislah target yang ingin dicapai, misalnya dalam setahun hapal 2 juz, istiqomah dalam sholat qiyamul lail, dan lainnya. InsyaAlloh.

Uang

Tak bisa dipungkiri tinggal di luar negeri akan membuat seseorang berlomba-lomba menabung dollar. Dan saya pun terkena virus ini. Tentunya dengan cara yang halal ya. Karena saya 24 jam stay at home dan tidak bekerja seperti kebanyakan pasangan student lainnya, maka harus cari cara nih bagaimana saya juga bisa menabung dollar. Kebetulan saya suka memasak dan mencoba berbagai resep baru. Nah, hobi inilah yang saya berdayakan. Tahun kemarin saya sempat berjualan opor ayam dan seblak. Semoga di tahun 2017 ini bisa lebih rutin lagi dalam menjual makanan khas Indonesia. InsyaAlloh.

Jasmani

Pikiran sehat juga harus ditunjang dengan kondisi badan yang sehat. Target saya ga muluk-muluk, yakni berat badan kembali ke berat sebelum menikah :D. Lingkungan di Canberra sangat mendukung resolusi saya yang satu ini. Karena pilihan angkutan umum tidaklah banyak, maka kemana-mana saya banyak berjalan kaki. Namun saya sangat menikmati berjalan kaki di Canberra. Dengan udaranya yang bersih dan trotoar yang lebar menjadikan berjalan kaki merupakan kegiatan yang menyenangkan. Selain itu rutin makan sayur, buah dan minum susu masuk dalam target resolusi saya. Hal ini yang sering saya skip kalau sudah kerepotan mengurus si kecil. InsyaAlloh.

Akademik

Status CLTN tak membuat keinginan saya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang S2 menjadi surut. Dengan melihat suami yang kuliah, justru membuat saya jadi bersemangat dan termotivasi ingin mengikuti jejak yang sama. Ya, saya ingin bisa kuliah di luar negeri. Kenapa ingin berkuliah di luar negeri? Universitas di Indonesia juga tak kalah bergengsi serta dari sisi materi dan text book mungkin sama,. Namun yang membedakan adalah saya bisa belajar tentang good governance yang nantinya bisa diaplikasikan di Indonesia. Hal-hal yang ingin saya raih di tahun 2017 ini antara lain mencapai nilai IELTS dengan minimal skor 7, mempelajari lebih detail program beasiswa yang diincar, serta menulis jurnal. InsyaAlloh.

Keluarga

Be a better mom! Inilah target saya. Mudah dalam menuliskannya, tetapi sulit dalam prakteknya. Karena tidak ada mata pelajaran yang mengajarkan bagaimana caranya menjadi orang tua yang baik, maka hal ini adalah suatu proses. Ya, senantiasa belajar dan terus belajar menjadi lebih baik. Yang sebelumnya sering marah-marah, maka ke depannya harus lebih sabar. Selain itu juga mencoba lebih kreatif dengan membuat aneka permainan. Kamu-kamu bisa gugling jenis mainan homemade yang mudah dibuat. Saya menargetkan tiap minggu minimal 1 jenis permainan baru yang saya buat. InsyaAlloh.

– – –

Inilah the power of writing. Dengan menulis, kita sudah satu langkah lebih maju dalam menggapai impian. Selain itu, tulisan merupakan bentuk do’a kita kepada ALLOH. (mohon do’anya yaa man-teman, semoga impian-impian saya terkabulkan, aamiin). Dan yang terpenting adalah be specific. Tulislah segala impianmu secara rinci. Apa targetnya, bagaimana mencapainya, lalu waktu yang dibutuhkan.

Begitu banyak impian yang ingin diraih dalam setahun ini. Bismillah, tetap semangat dan optimis walau mungkin tidak realistis.

 
Leave a comment

Posted by on January 31, 2017 in atashi,,, Daily Activities

 

Tags: , ,