RSS

Tag Archives: aliran rasa

42. Aliran Rasa NHW #5

Akhir Ramadhan kami sudah memasuki tugas yang kelima. Tak terasa sudah setengah perjalanan di kelas matrikulasi IIP.

Sepertinya ini merupakan NHW tercepat yang saya buat. Dalam beberapa jam tugas bisa diselesaikan. Selain karena tugasnya lebih sederhana, yakni membuat desain pembelajaran ala diri sendiri, juga proses pengerjaannya yang lebih fokus. Aktivitas selama bulan Ramadhan terasa lebih padat, terutama ketika weekend dimana ada sholat tarawih bersama di KBRI dan kegiatan kajian lainnya yang mendatangkan ustadz-ustadz dari Indonesia. Kalau sudah setor NHW kan jadi lebih tenang dan nggak kepikiran belum mengumpulkan tugas, hehe.

Yang dibutuhkan dalam pengerjaan NHW adalah fokus. Cukup beberapa jam tanpa disela dengan buka social media atau aktivitas lainnya. Selain fokus, tips lainnya adalah langsung tulis apa yang ada di pikiran. Kelamaan berpikir dalam menguntai kalimat-kalimat justru memperlambat penyelesaian tugas. Tulis saja, lalu baca kembali untuk proses editing.

Semoga NHW-NHW berikutnya saya bisa konsisten dengan mengaplikasikan cara tersebut.

 

Tags: , ,

40. Aliran Rasa NHW #4

NHW kali ini para peserta diminta untuk memastikan kembali jurusan ilmu yang ingin ditekuni dalam universitas kehidupan apakah sudah fix atau ingin berubah.

Ada 4 ilmu yang ingin saya tekuni; agama Islam, ekonomi, kuliner, dan menulis. Jika dulu dalam pemilihan tempat kuliah saya tak bisa menolak keinginan orang tua, kali ini saya ingin memilih ilmu yang memang ingin saya pelajari. Karena jika perjalanan mencari ilmu dilakukan dengan setengah hati dan tanpa kesungguhan, maka hanya rasa lelah yang akan diperoleh. Dengan berawal dari rasa suka, semoga niat dalam mencari ilmu tersebut penuh kemudahan. Aamiin 🙂

Sejujurnya, selama bulan Ramadhan ini saya cukup kewalahan dalam mengerjakan NHW. Beragam acara buka bersama dan memasak makanan harian cukup menyita waktu. Meski begitu, harus tetap semangat dalam proses pencarian ilmu.

Aliran rasa kali ini dibuat singkat dan padat karena ingin mempersiapkan buka bersama grup halaqoh suami. Menunya gulai tunjang, sayur sop, dan sambal cabe hijau. Yummii. (Duh, puasa-puasa malah ngebahas makanan, hehe).

 

Tags: , ,

38. Aliran Rasa NHW #3

Rasa yang saya dapat ketika mengerjakan NHW kali ini berbeda dibanding dua NHW lainnya. Lebih emosional karena ditugaskan membuat surat cinta untuk suami. Cukup lama juga berpikir ingin menulis apa, bahkan hingga mencoba flashback rasa yang dialami ketika pertama kali bertemu dengannya. Saya berterima kasih untuk lagu soundtrack drama Korea yang telah menemani dalam pembuatan surat cinta ini. Musik yang mendayu-dayu tersebut berhasil memunculkan sisi romantisme saya, hehe. Alhasil terbuatlah sebuah puisi. Mohon maaf ya puisi tersebut tidak akan saya share, cukup untuk konsumsi pribadi saja J.

Tak hanya berhenti di pembuatan suratnya saja, tetapi rasa dag-dig-dug juga melanda dalam proses pengirimannya. Awalnya ingin ditulis di secarik kertas. Apa daya tangan kaku untuk menulis akibat suhu yang dingin. Maklum, harus irit listrik tanpa pemakaian heater supaya tagihan listrik tidak membengkak drastis. Watt-nya besar euy, bisa 1000 hingga 2000 watt untuk satu heater saja :(. Setelah membaca puisi yang saya kirim via Whatsapp, respon pertama suami cuma bilang “ini pasti tugas”. Suami lalu melanjutkan “karena tumben-tumbenan bikin begini”. Dan sayapun cuma bisa tertawa. Dia memang paham kalau istrinya lebih prefer memasak makanan request suami ketimbang membuat kata-kata romantis untuk menunjukkan rasa sayang, heuheu.

Selain membuat surat cinta, dengan tugas NHW 3 ini saya diajak untuk memahami hikmah dari setiap kejadian hidup. Karena sesungguhnya setiap skenario kehidupan mengandung hikmah bagi orang-orang yang berpikir. Contohnya adalah dengan keputusan menemani suami yang berkuliah di negeri orang, saya merasakan suka dukanya hidup merantau yang jauh dari keluarga. Harus mandiri, terutama dalam hal masakan. Tak ada rumah makan Padang, warteg, ataupun penjual makanan keliling yang bisa diandalkan. Ingin makan bakso, mie ayam, atau pempek? Ya harus memasaknya sendiri. Hikmahnya skill memasak saya menjadi terasah. Kalau di Jakarta sih cukup order lewat go-food, tidak perlu repot berjam-jam di dapur. Selain itu, dengan merantau akan mempertemukanmu dengan orang-orang baru, menjadikannya sebagai teman bahkan seperti keluarga. Siapa sangka kini saya berteman dengan seorang psikolog yang juga menemani suaminya melanjutkan studi doktoral. Alhamdulillah bisa konsultasi gratis masalah parenting, hehe.

ALLOH Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Al-Anbiya ayat 23: “Dia (ALLOH) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi merekalah yang akan ditanya”.  

Semua sudah ditetapkan dalam takdir ALLOH dan sesuai dengan ilmu dan hikmah ALLOH. Kita sebagai manusia sangat tidak layak bertanya-tanya: “mengapa ALLOH takdirkan ini, mengapa ALLOH takdirkan itu”. Karena kita hanya hamba dan kitalah yang akan diminta pertanggung jawaban atas perbuatan kita, sedang ALLOH tidak akan ditanya. – dr. Raehanul Bahraen

 

Berhentilah mengeluh,

buka mata, buka hati,

lihat sekeliling,

lalu bersyukurlah.

 

Tags: , , , ,

36. Aliran Rasa NHW #2

Tanya: “Bagaimana kesan anda selama mengerjakan NHW #2?”

Jawab: “Hmm, apa ya?”

Ternyata menuliskan rasa tak semudah yang dibayangkan. Butuh the power of deadline. Yup, ide akan keluar justru disaat detik-detik batas pengumpulan tugas, hehe. Ini jangan dicontoh ya man-teman 😀

Untuk NHW #2, pertanyaannya tidak sulit untuk dijawab. Namun yang membuat saya lama untuk membuatnya dikarenakan suami yang sedang sibuk dengan deadline tugas-tugasnya dan persiapan ujian akhir semester. Jadilah baru bisa mengobrol panjang untuk tugas ini ketika weekend.

Saya bersyukur mendapat tugas NHW #2 ini, karena salah satu indikator yang harus dibuat berkaitan dengan menjadi istri yang membahagiakan suami. Ini yang terlupakan oleh saya. Selama ini kalau membuat target tahunan yang terpikirkan hanya untuk diri saya dan anak. Saya lupa bahwa suami juga punya hak.

Mulai sekarang mari membuat target:

menjadi individu, istri, dan ibu yang bahagia.

 

Tags: , , ,

33. Aliran Rasa NHW #1

Selain mengerjakan tugas mingguan yang disebut dengan Nice Homework (NHW), peserta matrikulasi juga diberikan tugas membuat tulisan yang isinya kesan yang didapat selama pengerjaan NHW. Tulisan tersebut dinamai “Aliran Rasa”. Ternyata tugas kelas matrikulasi lumayan banyak juga ya, hehe. Karena sudah berkomitmen mengikuti komunitas Ibu Profesional, maka harus bertanggungjawab mengerjakan setiap tugas yang diberikan.

Terkait NHW #1, sejujurnya saya terkejut dengan pertanyaannya. Mungkin ada yang beranggapan jika pertanyaan tersebut adalah hal sepele. Namun justru kesederhaan pertanyaan tersebut mampu membangkitkan rasa penasaran terhadap pencarian jati diri. Tentu pemaknaan dari pertanyaan NHW tiap orang berbeda. Bagi saya, cakupan universitas kehidupan ini sangatlah luas. Tak sebatas menjadi seorang ibu saja. Sebagai seseorang yang telah menikah dan memiliki anak, maka saya mempunyai peran sebagai istri dan ibu, untuk itu saya perlu membekali diri dengan ilmu pernikahan dan ilmu parenting. Sebagai pekerja, saya berperan sebagai statistisi, karenanya saya perlu memperdalam ilmu terkait statistik dan ekonomi.  Sebagai individu yang memiliki passion, saya memperdalam ilmu terkait masak-memasak dan menulis. Namun, sebagai manusia, saya mempunyai peran sebagai seorang muslim.

Sejalan dengan review NHW #1 yang akan saya tuliskan di bawah, akhirnya saya menyadari bahwa peran saya di muka bumi ini adalah sebagai muslim yang senantiasa berkewajiban untuk menyampaikan tentang kebaikan Islam kepada komunitas di sekitar saya. Kegiatan dakwah ini tak hanya tugas para ulama, tetapi setiap muslim, sesuai kemampuan dan kapasitas diri masing-masing.

Dalam Al-Qur’an, Alloh Subhanahu wa Ta’ala menyebut bahwa muslim yang beruntung adalah yang mengajak orang lain kepada kebaikan, sebagaimana tertulis dalam surat Ali ‘Imran ayat 104: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”. Mau menjadi muslim yang beruntung kan? 🙂

—–

Review NHW #1

ADAB SEBELUM ILMU

Disusun oleh Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Apa kabar bunda dan calon bunda peserta Matrikulasi IIP Batch #4?

Tidak terasa sudah 1 pekan kita bersama dalam forum belajar ini. Terima kasih untuk seluruh peserta yang sudah “berjibaku” dengan berbagai cara agar dapat memenuhi “Nice Homework” kita. Mulai dari yang bingung mau ditulis dimana, belum tahu caranya posting sampai dengan hebohnya dikejar deadline.

Insya Allah kehebohan di tahap awal ini, akan membuat kita semua banyak belajar hal baru, dan terus semangat sampai akhir program.

Di NHW#1 ini, tidak ada jawaban yang benar dan salah, karena kita hanya diminta untuk fokus pada ilmu-ilmu yang memang akan kita tekuni di Universitas Kehidupan ini. Yang diperlukan hanya dua yaitu FOKUS dan PERCAYA DIRI. Jangan sampai saat kuliah dulu kita salah jurusan, bekerja salah profesi, sekarang mengulang cara yang sama saat menapaki kuliah di universitas  kehidupan, tapi mengharapkan hasil yang berbeda. Kalau pak Einstein menamakan hal ini sebagai “INSANITY”.

INSANITY : DOING THE SAME THINGS OVER AND OVER AGAIN, AND EXPECTING DIFFERENT RESULT – Albert Einstein

Setelah kami cermati, ada beberapa peserta yang langsung menemukan jawabannya karena memang sehari-hari sudah menggeluti hal tersebut. Ada juga yang masih mencari-cari, karena menganggap semua ilmu itu penting.

Banyak diantara kita menganggap semua ilmu itu penting tapi lupa menentukan prioritas. Hal inilah yang menyebabkan hidup kita tidak fokus, semua ilmu ingin dipelajari, dan berhenti pada sebuah “kegalauan” karena terkena “tsunami informasi”. Yang lebih parah lagi adalah munculnya penyakit “FOMO” (Fear of Missing Out), yaitu penyakit ketakutan ketinggalan informasi. Penyakit ini juga membuat penderitanya merasa ingin terus mengetahui apa yang dilakukan orang lain di media sosial. FOMO ini  biasanya menimbulkan penyakit berikutnya yaitu ”NOMOFOBIA”, rasa takut berlebihan apabila kehilangan atau hidup tanpa telepon seluler pintar kita.

Matrikulasi IIP batch#4 ini akan mengajak para bunda untuk kembali sehat menanggapi sebuah informasi online. Karena sebenarnya sebagai peserta kita hanya perlu komitmen waktu 2-4 jam per minggu saja, yaitu saat diskusi materi dan pembahasan review,  setelah itu segera kerjakan NHW anda, posting dan selesai, cepatlah beralih ke kegiatan offline lagi tanpa ponsel atau kembali ke kegiatan online dimana kita fokus pada informasi seputar jurusan ilmu yang kita ambil. Hal tersebut harus diniatkan sebagai investasi waktu dan ilmu dalam rangka menambah jam terbang kita.

Katakan pada godaan ilmu/informasi yang lain yang tidak selaras dengan jurusan yang kita ambil, dengan kalimat sakti ini:

MENARIK, TAPI TIDAK TERTARIK

Apa pentingnya menentukan jurusan ilmu dalam universitas kehidupan ini?

JURUSAN ILMU YANG KITA TENTUKAN DENGAN SEBUAH KESADARAN TINGGI DI UNIVERSITAS KEHIDUPAN INI, AKAN MENDORONG KITA UNTUK MENEMUKAN PERAN HIDUP DI MUKA BUMI INI.

Sebuah alasan kuat yang sudah kita tuliskan kepada pilihan ilmu tersebut, jadikanlah sebagai bahan bakar semangat kita dalam menyelesaikan proses pembelajaran kita di kehidupan ini.

Sedangkan strategi yang sudah kita susun untuk mencapai ilmu tersebut adalah cara/ kendaraan yang akan kita gunakan untuk mempermudah kita sampai pada tujuan pencapaian hidup dengan ilmu tersebut.

Sejatinya,

SEMAKIN KITA GIAT MENUNTUT ILMU, SEMAKIN DEKAT KITA KEPADA SUMBER DARI SEGALA SUMBER ILMU, YAITU “DIA” YANG MAHA MEMILIKI ILMU.

Indikator orang yang menuntut ilmu dengan benar adalah terjadi perubahan dalam dirinya menuju ke arah yang lebih baik.

Tetapi di  Institut Ibu Profesional ini, kita bisa memulai perubahan justru sebelum proses menuntut ilmu. Kita yang dulu sekedar menuntut ilmu, bahkan menggunakan berbagai cara kurang tepat, maka sekarang berubah ke adab menuntut ilmu yang baik dan benar, agar keberkahan ilmu tersebut mewarnai perjalanan hidup kita.

MENUNTUT ILMU ADALAH PROSES KITA UNTUK MENINGKATKAN KEMULIAAN HIDUP, MAKA CARILAH DENGAN CARA-CARA YANG MULIA

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber Bacaan :

Hasil Penelitian “the stress and wellbeing” secure Envoy, Kompas, Jakarta, 2015

Materi “ADAB MENUNTUT ILMU” program Matrikulasi IIP, batch #4, 2017

Hasil Nice Home Work #1, peserta program Matrikulasi IIP batch #4, 2017

—–

Hal menarik dari review tersebut adalah kita harus fokus terhadap ilmu yang memang ingin kita dalami. Ternyata tidak semua ilmu perlu kita kuasai, apalagi ilmu yang tak selaras dengan pilihan ilmu di universitas kehidupan. Nasihat ini mengena banget ke saya, karena saya mudah terpengaruh lingkungan sekitar, serta menganggap saya bisa melakukan banyak hal di satu waktu. Misalnya, kerja kantoran iya, lalu berjualan baju online pun iya, ditambah mengikuti kursus memasak pun iya. Banyak maunya ya, hehehe.

Alhamdulilah, dengan NHW #1 saya belajar untuk fokus terhadap apa yang ingin saya lakukan. Meskipun saya memiliki banyak passion, tapi mulai dipilah mana yang mendukung dan mana yang tidak terlalu mendukung terhadap ilmu pilihan di universitas kehidupan ini.

Yuk para ibu, mari kita fokus, dan berani berkata “menarik, tapi tidak tertarik” pada godaan ilmu yang tak sejalan. Bismillah.

 

Tags: , , , ,