RSS

Category Archives: Masak Yuuk

Saya menggaransi bahwa semua resep yang ada di kategori ini telah saya uji coba.

21. Klappertaart

Suatu hari teman kantor saya bertanya kalau di Jakarta dimana ia bisa membeli makanan khas Sulawesi Utara; klappertaart. “Wahh, baru dengar tuh mbak. Jenis makanan seperti apa ya?” jawab saya. Kurang gaul juga nih saya dengan dunia perkulineran, bahkan klappertaart yang digemari banyak orang saja sampai tidak tahu. Kenalnya cuma dengan kue bolu dan brownies saja sih, hehe 😀

Yang membuat saya tertarik untuk mencoba adalah resep dasar klappertaart yang menggunakan rhum. Susah kan memastikan apakah klappertaart yang dijual di toko-toko tidak menggunakan rhum. Meskipun sekarang ada essence rhum yang halal, tapi saya lebih prefer untuk tidak menggunakannya. Googling resep klappie dan ketemu blognya mbak Ferona; Klappertaart Wilton.

Image

Bahan:

  1. Fresh milk : 1000 cc
  2. Gula pasir : 250 gram
  3. Tepung terigu : 50 gram
  4. Tepung custard : 50 gram
  5. Maizena : 150 gram
  6. Mentega : 150 gram
  7. Kuning telur : 6 butir (bisa ditambah maksimal 3 butir)
  8. Kelapa muda : 2 butir (dagingnya saja yang digunakan, ditambah lagi akan jadi lebih enak)
  9. Kenari : 100 gram (sangrai, lalu cincang)
  10. Kayu manis bubuk : secukupnya
  11. Rhum pasta/essence : secukupnya (ini optional, saya gak pake koq)

Topping:

  1. Putih telur : 6 butir
  2. Gula pasir : 4 sdm
  3. Tepung terigu : 2 sdm
  4. Kismis : secukupnya (direndam air hangat. Kemudian bisa diciprati dengan rhum)
  5. Kayu manis bubuk : secukupnya

Cara membuat:

  1. Panaskan 700 cc fresh milk dengan gula pasir.
  2. Larutkan tepung terigu, tepung custard, dan maizena dengan 300 cc fresh milk.
  3. Masukkan campuran susu dan tepung ke dalam susu panas, aduk terus sampai mengental dan meletup-letup. Angkat dari api, masukkan mentega, aduk rata.
  4. Masukkan kenari dan kayu manis bubuk (kira-kira 1/4 sdt), serta rhum pasta/essence.
  5. Masukkan kuning telur satu per satu.
  6. Masukkan dagung kelapa muda, aduk rata.
  7. Masukkan adonan ke dalam wadah/cup sampai ¾ tinggi. Panggang dengan cara ditim selama 15 menit dengan suhu 160° C hingga ½ matang.
  8. Sembari menunggu adonan matang, kocok putih telur dengan mixer sambil dimasukkan gula sedikit demi sedikit sampai kaku.
  9. Masukkan tepung terigu, aduk rata dengan spatula.
  10. Semprotkan topping ke atas adonan ½ matang tersebut sampai cukup tinggi (yang banyak yaa, karena pada saat memanggang nantinya akan mengempis). Taburi dengan kismis dan kayu manis bubuk.
  11. Panggang lagi hingga topping berwarna kekuningan.

Note:

Karena saya pecinta keju, jadi di dalam adonan dan taburan topping saya tambahkan keju yang dipotong dadu. Sayapun juga suka dengan aroma kayu manis, alhasil taburan kayu manisnya banyak banget, hehe. Rasanya yummi, perpaduan antara rasa manis dan gurih. Akan lebih yummi lagi jika klappertaart didinginkan terlebih dahulu di kulkas sebelum disantap 🙂

Image

Advertisements
 
5 Comments

Posted by on April 21, 2012 in Masak Yuuk

 

Tags: , ,

20. Makaroni Panggang ala Bu Yoyoh

Setelah mem-posting ulasan tentang asal muasal makaroni, sekarang saya akan mem-posting resep panganan dari makaroni. Resep ini merupakan salah satu resep favorit saya. Kenapa? Karena saya berhasil membuatnya pada uji coba pertama (dan tanpa bantuan dari mama) ^_^ Awalnya saya mengira akan rumit dalam pembuatan makaroni panggang, apalagi setelah membaca resepnya yang panjang. Akan tetapi, ternyata saya berhasil, horrey \(^.^)/ Tipsnya adalah mengikuti setiap langkah dalam resep tersebut. Meskipun “agak ribet”, tapi setimpal koq dengan hasilnya. Mau mencoba rasa Makaroni Panggang yang tidak biasa? Just try this recipe 😉

p.s.: I’ve got this recipe from my office mate, Mrs. R. Asiah (Yoyoh). Thanks for sharing this recipe 🙂

Bahan Isi:

  1. Macaroni : 1 bungkus (250 gram)
  2. Ayam atau daging giling/kornet
  3. Sosis : 6 buah
  4. Bawang bombay : 2 buah
  5. Paprika hijau : 1 – 2 buah
  6. Tomat : 3 buah yang berukuran besar; diblender halus
  7. Susu bubuk putih : 3 – 4 sendok makan
  8. Telur : 6 butir
  9. Keju cheddar & keju mozarella : secukupnya
  10. Daun bawang
  11. Saus sambal botol

Bumbu:

  1. Merica bubuk secukupnya
  2. Bawang putih : 4 – 5 siung
  3. Oregano : ½ sendok makan
  4. Penyedap rasa (optional) –> saya tidak menggunakan penyedap rasa
  5. Mentega secukupnya
  6. Garam secukupnya

Cara membuat:

  1. Jika menggunakan ayam: potong ayam berukuran kecil-kecil kemudian direbus (kira-kira 300 ml air), air kaldunya jangan dibuang. Jika menggunakan daging: ditumis terlebih dahulu (menggunakan garam, merica, bawang putih).
  2. Potong sosis kecil-kecil, dengan pembagian 4 buah untuk toping & 2 buah untuk isian.
  3. Iris daun bawang, bawang bombay dan paprika.
  4. Larutkan susu bubuk dengan 1/3 gelas air kaldu yang masih panas.
  5. Ulek halus merica dengan bawang putih.
  6. Kocok lepas telur, jangan lupa diberi sedikit garam.
  7. 2/3 ulekan bawang putih+merica ditumis menggunakan mentega. Kemudian masukkan air kaldu secukupnya, tambahkan oregano, garam (secukupnya), dan royco (optional). Hasil tumisan kira-kira 3 – 4 sendok makan.
  8. Masukkan hasil tumisan ke dalam telur yang telah dikocok. Selanjutnya masukkan larutan susu bubuk.
  9. Rebus makaroni. Beri garam secukupnya (1 sdm)  + 1 sdm minyak agar tidak lengket. Setelah matang angkat dan tiriskan.
  10. Makaroni yang masih hangat selanjutnya dicampur ke telur kocok. Tambahkan sosis + daging ayam + irisan daun bawang.
  11. Lapisi loyang dengan aluminium foil, kemudian olesi dengan mentega.
  12. Tuang adonan ke loyang, panggang hingga bagian atasnya cukup keras dan berwarna kekuningan.
  13. Jika adonan sudah agak keras di bagian atas, tuang topping, kemudian ratakan.
  14. Beri parutan keju mozarella dan keju cheddar.
  15. Panggang kembali hingga bagian atasnya berwarna kuning. Makaroni panggang siap disajikan dengan saus botol.

Cara membuat topping:

  1. 1/3 ulekan bawang putih ditumis dengan mentega, masukkan sosis yang telah disiapkan untuk topping, lalu tambahkan air kaldu (2/3 gelas). Selanjutnya masukkan tomat yang telah diblender, saus tomat, dan saus sambal botol. Tambahkan garam dan gula secukupnya, masak hingga air mulai menyusut.
  2. Kentalkan topping dengan maizena (dilarutkan terlebih dahulu dengan sedikit air).
  3. Selanjutnya masukkan bawang bombay, tunggu sekitar 1 menit, setelah itu masukkan paprika. Aduk sebentar lalu matikan api.Image
 
2 Comments

Posted by on March 23, 2012 in Masak Yuuk

 

Tags:

19. Makaroni Panggang

Semua orang pasti suka dengan makanan yang satu ini, termasuk saya. Makaroni panggang atau nama lainnya adalah macaroni schotel. Tapi pernahkah terpikir asal mula makanan yang satu ini? Penasaran, langsung saja saya konsultasi dengan om wikipedia, dan ini dia jawaban yang saya peroleh.

Makaroni merupakan variasi pasta kering yang berasal dari gandum durum. Ia tidak mengandung telur, biasanya berbentuk potongan pendek dengan rongga. Menurut legenda, makaroni dibawa ke Italia oleh Marco Polo pada saat perjalanan kembali ke Venesia dari Cina. Namun teori ini dibantah, karena sepertinya makaroni telah digunakan di Italia setidaknya 1 abad sebelumnya.

Konsensus akademik menyetujui bahwa makaroni berasal dari bahasa Yunani yakni makaria; sejenis kaldu jelai (jelai merupakan sejenis sereal/biji-bijian untuk pakan ternak, penghasil malt, dan sebagai makanan kesehatan) yang disajikan untuk memperingati orang yang telah meninggal, yang selanjutnya berasal dari kata makares yang berarti kematian yang diberkati dan dari kata makarios (makar) yang mempunyai arti diberkati/bahagia.

Di Amerika Utara, makaroni dengan bentuk “siku” (elbow macaroni) biasanya ditemukan pada hidangan makaroni dan keju ala Amerika. Elbow macaroni juga digunakan dalam puding susu. -> hmm, gimana ya rasanya? Membayangkan makaroni dalam versi manis, pasti tetap yummi 😉

Di daerah dengan populasi etnis Cina yang besar yang terbuka terhadap pengaruh budaya barat; seperti Hongkong, Makau, Malaysia, dan Singapura, warga Cina lokal mengadaptasi makaroni sebagai masakan Cina dengan gaya western. Di Hongkong dan Asia Tenggara, makaroni direbus dalam air, kemudian disajikan dengan kaldu beserta tambahan daging ham atau sosis, kacang polong, jamur hitam, atau telur.

Wah, ternyata memang ala Asia Tenggara seperti itu ya, makaroni digunakan untuk bahan sup. Pantas saja selama ini di rumah ketika memasak sayur sop selain menggunakan sayur-sayuran juga menambahkan makaroni rebus.

Selanjutnya, bagaimana dengan makaroni panggang? Apakah di belahan bumi sana mereka punya resep menarik yang bisa saya coba? Tanya om wikipedia lagi aahh 🙂

Macaroni casserole merupakan masakan makaroni panggang. Makanan ini dikenal sebagai masakan rumahan di negara-negara Eropa bagian utara. Ia merupakan hidangan yang terbuat dari makaroni yang dimasak dengan campuran telur dan susu, serta tambahan bahan-bahan seperti daging, ikan, atau sayuran. Dan umumnya dengan keju yang ditaburkan di atasnya. Ada berbagai sebutan untuk jenis makanan yang satu ini.

Di Finlandia, hidangan ini dikenal dengan sebutan makaronilaatikko atau makaronilåda dan merupakan hidangan tradisonal paling populer. Saat ini masakan tersebut dibuat dengan daging cincang, meskipun awal mulanya tidak dibuat dengan daging. Ketika disiapkan tanpa daging, makaroni biasanya digunakan sebagai pengganti kentang untuk makan. Saat ini macaroni casserole merupakan bagian dari hidangan, dan telah tersedia sebagai makanan kemasan di toko-toko di Finlandia.

Di Swedia, hidangan ini dikenal dengan sebutan makaronipudding. Biasanya dibuat dengan daging ham (potongan daging paha hingga kaki belakang), leek (sayuran yang sejenis dengan bawang bombay dan bawang putih), serta keju. -> ada yang tahu kalau di Indonesia leek ini seperti apa?

Di Malta, hidangan tersebut dikenal sebagai imqarrun. Terbuat dari makaroni, saus bolognese dan telur. Versi lainnya, bisa diberi tambahan hati ayam, telur rebus, kacang polong, dan daging asap. Biasanya pada lapisan atas diberi topping keju parut atau besciamella (béchamel) yang akan meleleh ketika dipanggang. -> mirip dengan keju mozarella kali ya.

Di Indonesia, hidangan ini dikenal dengan nama macaroni schotel. Masakan ini diperkenalkan oleh Belanda selama pendudukan di Indonesia. Oleh karena itu, “schotel” atau “schaal” berasal dari bahasa Belanda yang mengacu pada wadah yang digunakan untuk membuat hidangan ini. Biasanya dibuat dengan keju dan daging atau tuna. Kadang diberi tambahan kentang dan tahu untuk menciptakan rasa yang lebih Asia.

Tertarik untuk mencoba memasaknya? -> absolutely yes 😉

Biarkan khayalanmu berkreasi, ingin dimasak menjadi apa tentu saja boleh ^___^

p.s.: I hope you can share your story about your exploration with macaroni.

Sumber: Wikipedia

 
Leave a comment

Posted by on January 22, 2012 in Masak Yuuk

 

Tags: ,