RSS

Category Archives: Indahnya Islam

Islam merupakan rahmatan lil ‘alamin, rahmat untuk seluruh alam. Yuk mari kita sebarkan keindahan Islam kepada dunia.

27. Sang Maha Cinta

Anakku

Hari ini ayah bundamu

menangis bahagia

 

Bahagia

melihatmu sudah beranjak dewasa

 

Bahagia

melihatmu sudah siap berumah tangga

 

Bahagia

melihatmu telah menemukan

tambatan hati

yang bersamanya

engkau akan mengarungi

luasnya samudera kehidupan

dimana kalian akan mengguratkan

tapak-tapak sejarah yang tiada terlupakan

 

Anakku,

hari ini ayah bundamu melepaskanmu

dengan tangis dan tawa

sebagai orang tua

yang kehilangan buah hatinya

sekaligus menemukan jati diri anaknya

 

Bahwa

engkau bukanlah milik kami

karena kami ini tak lebih

hanya hamba yang mendapatkan amanah

dari Sang Maha Memiliki

 

Untuk sekedar menyiapkanmu

mengarungi jalan hidupmu sendiri

 

Sebuah bentangan jalan hidup

yang sangat berbeda

dengan yang telah kami lalui

 

Hidupmu adalah milikmu

hidupmu adalah milik anak-cucumu

hidupmu adalah milik orang-orang yang membutuhkanmu

di zamanmu

 

Bukan milik ayah bundamu

meskipun kamilah penyebab kelahiranmu

 

Bukan milik ayah bundamu

meskipun kamilah yang mendidikmu

 

Bukan milik ayah bundamu

meskipun kami sungguh mencintaimu

dengan sepenuh rindu

 

Sayangku,

hari ini ayah bundamu berlapang dada

melihatmu dalam kain kebaya

yang menandai perjalanan

hidup barumu yang penuh cinta

 

Meskipun

cinta tidak selalu bermakna tertawa

karena cinta juga bisa berwujud tangis

antara bahagia dan derita

antara suka dan duka

antara kegagalan dan kesuksesan

antara kesempitan dan kelapangan

 

Tak apa

biarlah kehidupan menampakkan

dirinya dengan seribu wajah

tetapi ia tidak akan pernah bisa berdusta

kepada orang-orang yang menyapanya

dengan penuh rasa cinta

 

Bahwa kehidupan ini akan menjadi surga

bagi para pengabdi cinta

 

Cinta

akan menjadi kekuatan yang tiada tara

dalam mengarungi ganasnya kehidupan

yang seringkali menjungkirbalikkan

siapa saja yang melaluinya

dengan kebencian

 

Cinta

menjadi layar yang kokoh tiada bandingnya

dalam menjalankan biduk rumah tangga

yang seringkali dihempas gelombang

dan menceraiberaikan

siapa saja yang yang ada di dalamnya

sambil menyelamatkan mereka

yang tak ikut bersalah

 

Cinta

menjadikan seseorang kuat bertahan

dalam beratnya ujian dan cobaan

menjadikan seseorang peka

dan penuh kepedulian

serta menjaganya

dalam indahnya keharmonisan

 

Karena

cinta adalah perwujudan DIA

Sang Maha Cinta

yang selalu bersama mereka

yang menggelorakan sifat-sifat-NYA

yang penuh cinta

 

Anakku,

Sayangku, Cintaku,

hari ini ayah bundamu berpesan

warnailah lembaran hidupmu dengan cinta

iringi langkahmu dengan cinta

alirilah pembuluh darahmu dengan cinta

hiruplah nafasmu sepenuh cinta

dampingi suamimu dalam cinta

belailah anak-anakmu

dan seluruh generasi sesudahnya

dengan cinta

 

Karena itu berarti

engkau telah menghadirkan

Sang Maha Cinta

ke dalam seluruh geletar jiwamu

dan kehidupanmu

DIA akan memberkatimu

dengan segala rahmat-NYA

yang penuh cinta

 

Dengan menyebut nama-NYA

Dzat Yang Menguasai dan menjadi Sumber Segala Cinta

 

Hari ini

ayah bundamu berdoa

semoga hidupmu akan terus

mengalirkan rasa cinta

untuk suamimu, anak-anakmu, cucu-cucumu

dan seluruh generasi sesudahmu

karena dengan cinta itulah

engkau akan menapaki hidup bahagia

di dalam ridho-NYA

dan meleburkan diri dalam harmoni

Dzat Penguasa Jagat Semesta

Sang Maha Cinta

 

Ridho ayah bunda

semoga menjadi ridho Alloh kepadamu

Aamiin yaa mujiibas saailiin

……….

Note:

Saya sangat suka dengan puisi di atas; bahasanya sederhana, tulus, dan menyentuh. Puisi tersebut di-copas dari tulisan Agus Mustofa dengan buku berjudul “Sang Pengantin & Generasi Cinta”. Buku tersebut merupakan hadiah dari Bu Wika (salah satu atasan di tempat saya bekerja).

Buku ini dibagi menjadi tiga (3) bab. Bab pertama berisi berbagai nasihat untuk kawula muda sebelum ke jenjang pernikahan, mulai dari mencari jati diri, menyamakan visi & misi, hingga mengikat janji suci. Bab kedua berisi nasihat dalam membina rumah tangga, seperti berpasangan dalam perbedaan hingga menghindari macetnya komunikasi. Kemudian di bab ketiga, berisi beragam nasihat terkait bagaimana kita menyiapkan generasi penuh cinta, misalnya menyiapkan emosi sang buah hati dan membangun intelektualitas anak.

Hal yang saya sangat suka dari buku-buku karangan Agus Mustofa adalah kita diajak untuk berfikir dan merenung. Semacam berfilosofi gitu deh. Namun yang membedakan buku-bukunya dengan buku filosofi lain adalah buku Pak Agus ini senantiasa disertai ayat-ayat Al Qur’an. Buku lainnya yang pernah saya baca adalah “Menjadi Haji Tanpa Berhaji”. Ini recommended book banget! Terlebih untuk man-teman semua yang akan melaksanakan umroh atau haji. Buku tersebut bercerita berbagai makna dari rangkaian kegiatan haji, seperti makna tawaf mengelilingi Ka’bah, melakukan sa’i, hingga makna wukuf di Arafah. Dijamin ibadah umroh dan hajinya lebih khusyuk setelah baca buku tersebut 🙂

 

 
Leave a comment

Posted by on April 13, 2016 in atashi,,, Indahnya Islam

 

Tags: , , , , ,

23. Finally, It’s You :)

Hai semua.

Lama tidak menengok blog ini, lebih dari 3 tahun. Woow. Pastinya dalam waktu 3 tahun itu sudah banyak kejadian yang terjadi. Setelah vakum lama, postingan saya kali ini adalah tentang pertemuan jodoh. Yup, urusan yang satu ini merupakan hal misterius selain hidup, mati, dan rezeki. Dan tentu saja selalu menarik untuk membahasnya 🙂

Sewaktu kuliah, saya berkeinginan untuk segera menikah. Inginnya sih mengikuti jejak mama yang menikah di usia 20-an. Jadi dulu tuh ya, sudah berangan-angan ingin menikah di usia 24 tahun. Lulus kuliah, lalu selang 2 tahun kemudian menikah. Manusia hanya bisa bermimpi dan membuat harapan. Sementara ALLOH-lah Sang Penentu jalan kehidupan. Waktu berselang tetapi lelaki yang dinanti tak kunjung tiba. Usaha? Tidak perlu ditanya lagi. Selain berdo’a, juga meminta dicarikan calon suami ke saudara-saudara hingga teman kantor. Saya merupakan tipe gadis pemalu [cieee…], jadi tidak ada dalam pikiran untuk mengajak ta’aruf terlebih dahulu. Usia semakin bertambah dari tahun ke tahun. Lelaki yang diperkenalkan kepada saya pun silih berganti. Dari beberapa lelaki itu tidakkah ada yang cocok? Sayangnya, belum ada rasa klik di hati ini. Sayapun telah menyiapkan diri untuk menerima berbagai kekurangan si lelaki yang nantinya berjodoh dengan saya, meskipun ia tidak sesuai dengan kriteria pria idaman yang saya impikan. Toh manusia tidak ada yang sempurna. Ternyata skenario ALLOH berkehendak lain. ALLOH menjauhkan lelaki-lelaki tersebut [Alhamdulillah…]. Pernah pula terlintas pikiran ekstrem, jika tidak dipertemukan di dunia, mungkin saya akan dipertemukan dengan jodoh saya di akhirat. Sampai segitunya yah? Well, yeah it’s true  😀

PROSES ITU BERNAMA TA’ARUF

Saya percaya bahwa cara terbaik pasti akan memberikan hasil yang terbaik juga. Sebisa mungkin saya menghindari yang namanya pacaran. Kamu-kamu bisa menyebut saya kolot atau kuper, tapi saya bangga tidak pernah berpacaran. Cinta sejati selayaknya diberikan kepada lelaki yang telah sah menjadi suami. Tidak untuk diobral kepada pacar yang belum tentu akan menjadi suami. Hal penting dalam ta’aruf adalah adanya orang terpercaya yang bisa menjamin kalau calon yang dikenalkan merupakan orang yang baik. Jadi ta’aruf bukan hanya asal berkenalan dan bertukar biodata/CV lalu lanjut menikah. Tidak, tidak seperti itu. Ada bentuk kehati-hatian diri dan rasa kepasrahan kepada ALLOH selama proses ta’aruf. Sebagai bentuk kehati-hatian diri, selain bertukar biodata lengkap [ini harus detail dan jujur lhoh yaa], sebisa mungkin di tahap awal ini kita juga menggali segala informasi tentang lelaki/wanita tersebut. Bisa dari media sosial [saya sampai stalking-in akun FB si mas, hehe], teman kantornya, bahkan bertanya pada saudara-saudaranya. Kalau perlu, datangi kantor tempat ia bekerja untuk memastikan apakah ia benar-benar karyawan di kantor tersebut. Kemudian sebagai bentuk kepasrahan diri kepada ALLOH, kita senantiasa berdo’a [kalau perlu perbanyak sholat tahajjud] agar diberikan petunjuk apakah si dia merupakan jodoh terbaik. Kalau kamu bertanya, petunjuk seperti apa yang saya dapatkan? Berupa mimpikah? Saya sih tidak ada mimpi apa-apa, hehe. Kemudahan di setiap langkah yang kami lalui menuju pernikahan saya anggap sebagai petunjuk dari ALLOH.

DARI CV TURUN KE HATI

Awal bulan Ramadhan tahun 2012 teman kantor menawarkan untuk mengenalkan teman suaminya kepada saya. Proses diawali dengan sang lelaki mengirimkan biodata lengkapnya kepada saya, tak lupa di-cc-kan juga ke teman saya itu selaku mediator. Yup, perlu ada pihak ketiga dalam proses ta’aruf. Panik? Iya, panik banget. Apalagi biodata yang dia berikan sangat detail hingga 15 halaman, disertai testimoni teman-teman dekatnya. Saya yang jadi kebingungan harus menulis apa saja. Setelah saling berkirim CV, kami diberi waktu untuk mempertimbangkan apakah proses akan dilanjutkan dengan pertemuan langsung. Singkat cerita, disepakati setelah lebaran kami akan bertemu untuk saling melihat penampilan fisik dan juga bertanya berbagai hal yang ingin ditanyakan. Oh iya, hingga tahap ini sang mediator masih setia menemani kami. Pertemuan langsung harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk bertanya terhadap sang calon. Pertanyaannya bebas, mulai dari visi misi pernikahan hingga pendapat terhadap wanita yang bekerja. Ingin bertanya hobi, hal yang tidak disukai, kebiasaan buruk, atau bahkan politik negara pun boleh. Lagi-lagi saya terserang sindrom panik. Alhasil saya justru lebih banyak mengobrol dengan si mediator  😀

Setelah pertemuan yang menegangkan itu, kami diberi waktu untuk berpikir dan menyampaikan hasil pertemuan ke keluarga masing-masing. Jika masing-masing pihak setuju, maka proses akan berlanjut dengan sang lelaki datang berkunjung ke rumah saya. Tak disangka, lelaki tersebut kemudian datang ke rumah seorang diri, menyampaikan maksud kedatangannya untuk meng-khitbah saya. Dag-dig-dug dor!

Sungguh proses yang cepat dan mudah. Alhamdulillah 🙂

Yang ingin saya bagi pada kamu-kamu semua adalah jangan pernah berputus asa. Senantiasa berdo’a dan meminta kepada ALLOH agar segera dipertemukan dengan jodoh terbaik. Dan selama masa penantian itu isilah dengan cara memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu isi waktu luang dengan berbagai kegiatan positif, salah satunya dengan mengikuti berbagai kajian islami. Selain itu tidak perlu malu untuk meminta dicarikan calon pendamping pada saudara atau teman.

Menunggu merupakan hal yang sangat tidak menyenangkan. Terlebih jika dalam masa menanti itu kita selalu direcoki dengan pertanyaan “kapan?”. Namun, yakinlah ALLOH pasti punya skenario terbaik untuk kamu 🙂

 
Leave a comment

Posted by on August 31, 2015 in atashi, Indahnya Islam

 

Tags: , ,

18. Yuk, Perbanyak Tabungan Akhirat

Seperti malam-malam yang lalu, makan malam hari itu saya lalui bersama mama dengan menonton televisi. Walaupun hanya 1 – 2 jam, tetapi cukup untuk penghilang penat yang diakibatkan pekerjaan. Secara random mama menyetel saluran. Ketika stasiun televisi A sedang menayangkan iklan, maka tombol remote-pun akan ditekan, mengganti ke stasiun televisi B, C hingga Z, mencari acara yang oke untuk ditonton. Rugi kan kalau yang ditonton cuma iklan-iklan atau sinetron-sinetron yang makin hari makin tidak jelas alur ceritanya 😀

Klik tombol ini, klik tombol itu, lihat saluran ini, pindah ke saluran itu, dan secara tak sengaja saluran AN TV yang sedang menayangkan acara DAI MUDA pun menarik minat kami. Tema malam itu adalah bersedekah. Para dai muda membawakan materi yang bertemakan sedekah, tetapi dengan gaya masing-masing. Acara televisi yang menarik sekaligus mendidik!

Satu poin yang sangat menarik bagi saya adalah ucapan mama: “Sedekah tidak hanya dengan uang, tetapi bisa dengan cara berbagi ilmu. Kamu kan langganan majalah tarbawi, gimana kalau isi majalahnya kamu tulis di blog, biar bisa dibaca orang lain”. “wow, what a good idea” pikir saya. Sebelumnya memang pernah terpikir untuk merangkum isi majalah yang telah saya baca kemudian di-share lewat blog. Akan tetapi (lagi-lagi menggunakan alasan klise sibuk dengan pekerjaan) niat tersebut belum sempat terlaksanakan. –> pembelaan diri: bekerja yang halal dengan niat ikhlas karena ALLOH juga dianggap ibadah kan 🙂

Selain mengerjakan ibadah-ibadah wajib, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah-ibadah sunah, salah satunya adalah sedekah.

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada ALLOH dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia (QS. Al-Hadid: 18).

Begitu banyak ayat dalam al-qur’an yang mengajak kita untuk bersedekah. Selain ayat di atas, beberapa ayat tentang ajuran untuk bersedekah ada di surat Al-Baqarah. Salah satunya surat di bawah ini:

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan ALLOH seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. ALLOH melipatgandakan bagi siapa yang Dia Kehendaki, dan ALLOH Maha Luas, Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 261).

Dari surat Al-Baqarah ayat 261 di atas, saya teringat dengan cerita paman mengenai sedekah. Pertengahan tahun 2011 kemarin, uncu (panggilan orang minang untuk adik bungsu dari ayah/ibu) melakukan perjalanan dakwah selama kurang lebih 4 bulan di India dan Pakistan. Ketika tiba di suatu desa, uncu dan temannya ingin membeli tali untuk menggantung pakaian. Kemudian secara tiba-tiba datang orang tak dikenal yang kemudian langsung memberikan tali tambang yang diperlukan. Orang tersebut berkata: “ambillah, saya percaya ALLOH akan menggantinya sepuluh kali lipat”. –> kurang lebih kalimatnya seperti itu, saya lupa persisnya bagaimana, hehe.

Lanjut ya kisah ceritanya. Siang berganti sore, orang tak dikenal itu datang kembali. Lalu ia menceritakan bahwa ALLOH langsung mengganti apa yang ia sedekahkan sebesar sepuluh kali lipat. Tali tambang yang tadi diberikan seharga 10 rupee, lalu ia mendapat uang sebesar 100 rupee hasil dari keuntungan berdagang di siang hari.

Subhanalloh, janji ALLOH memang pasti kebenarannya.

Teman-teman, jika kamu ditanya, harta mana yang lebih kamu sukai, pilihannya adalah: harta diri sendiri atau harta yang akan diwariskan. Apa yang akan kamu pilih?  Tentu kita akan memilih lebih menyukai harta milik sendiri. Pertanyaan tersebutpun pernah ditanyakan Rasulullah kepada para sahabat.

Dari Ibnu Mas’ud r.a. berkata, Rasulullah saw. Bersabda: “Siapakah diantara kamu sekalian yang lebih mencintai harta ahli warisnya daripada hartanya sendiri?”. Para sahabat menjawab: “Wahai Rasulullah, tidak ada seorang pun diantara kami kecuali ia lebih mencintai hartanya sendiri”. Beliau bersabda: “Sesungguhnya hartanya sendiri adalah harta yang harus didahulukan dan harta ahli warisnya adalah harta yang harus dikemudiankan” (HR. Bukhari).

Kadang kita masih mencintai harta yang justru nantinya akan kita wariskan kepada ahli waris, ketimbang lebih mencintai harta diri sendiri. “Memang ada bedanya ya? Kan sama-sama harta milik sendiri”. Tentu saja berbeda. Harta yang diwariskan maksudnya adalah harta yang kita peroleh selama hidup di dunia dan nantinya pada saat meninggal harta tersebut akan dibagikan kepada ahli waris. Sedangkan maksud dari harta diri sendiri adalah harta yang akan kita bawa sebagai bekal untuk kehidupan selanjutnya setelah meninggal.

Kita percaya bahwa kehidupan dan kematian seseorang merupakan misteri yang hanya diketahui oleh ALLOH. Kita pun percaya bahwa kehidupan di dunia hanyalah perjalanan transit menuju kehidupan abadi kelak. Oleh karena itu, yuuk teman-teman, mari perbanyak tabungan akhirat kita. ^__^

Dari Ibnu Mas’ud r.a. dari Nabi saw., beliau bersabda: “Tidak ada iri hati yang diperbolehkan kecuali dalam dua hal, yaitu: seseorang yang diberi kekayaan harta oleh ALLOH kemudian dihabiskannya dalam menegakkan kebenaran, dan seseorang yang diberi ilmu oleh ALLOH kemudian diamalkan dan diajarkannya kepada sesama manusia” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sumber:

  1. Fiqih Sunah Untuk Wanita oleh Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim.
  2. Terjemahan Riyadlus Shalihin bagian I.
 
Leave a comment

Posted by on January 15, 2012 in Indahnya Islam

 

Tags: ,