RSS

Category Archives: atashi,,

Atashi merupakan bahasa Jepang yang artinya “saya”. Jadi kategori ini berisi tentang saya, saya, dan saya *narsis mode on* :D

47. Nice Homework #9

Ini merupakan NHW terakhir dari materi matrikulasi IIP. Perasaannya campur-aduk dalam menyelesaikan NHW ini. Ada rasa haru karena tak terasa sudah berada di akhir sesi matrikulasi. Di sisi lain saya juga sedang dikejar deadline tulisan artikel dan cerpen anak dari 2 training menulis yang saya ikuti. Kemudian ditambah dengan kegiatan berjualan makanan setiap hari jum’at. Jadilah seminggu yang full, hehe.

NHW kali ini mengaitkan skill/passion seorang ibu terhadap lingkungan sekitarnya. Sehingga muncul rumus EMPATI + PASSION = SOCIAL VENTURE.

Awalnya agak bingung bagaimana mengaitkan passion yang saya miliki dengan permasalahan di lingkungan sekitar. Untuk sementara ini (tinggal di Canberra), permasalahan terkait makanan adalah kehalalan makanan. Sejauh ini masalah tersebut dapat di atasi dengan cara selalu mengecek ingredients bahan makanan yang dibeli. Justru yang memiliki banyak masalah sosial adalah ketika tinggal di Jakarta. Mulai dari halal/tidaknya suatu makanan, kehigienisan dan nutrisi makanan, serta masalah kelaparan dan kurang gizi. Syukurlah ada bagan acuan sehingga pengerjaan NHW ini tidak melebar kemana-mana.

Minat/Hobi/

Ketertarikan

Skill Isu Sosial Masyarakat

Ide Sosial

Memasak Memasak

Berjualan

Permasalahan makanan yang belum terjamin halal & gizinya di lingkungan sekolah

 

Anak usia sekolah (utamanya TK & SD)

 

Gerakan membawa bekal makan untuk anak sekolah

Tabel di atas saya buat dengan mengacu pada permasalahan yang ada di Jakarta, karena InsyaAlloh tahun depan saya dan keluarga akan kembali ke Jakarta.

Bismillah.

Semoga saya dan man-teman semua senantiasa bermanfaat untuk lingkungan sekitar.

Advertisements
 

Tags: , , , , ,

46. Nice Homework #8

NHW ini merupakan tugas yang paling telat saya kumpulkan, berbarengan dengan menyetor NHW #9. Walaupun telat tetap harus ditunaikan.

A, Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW #7)

Saya memilih memasak (cooking & baking) sebagai aktivitas yang paling saya suka. Walaupun dari kegiatan memasak ini ada konsekuensinya, yakni ada aktivitas cuci-mencuci perabot sehabis masak yang tidak saya suka, hehe.

B.Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE-DO-HAVE” di bawah ini:

Kita ingin menjadi apa? (BE)

Ahli di bidang masakan.

Kita ingin melakukan apa? (DO)

Mencoba aneka resep masakan, serta mengikuti beragam kursus masakan dan kue. Selanjutnya mulai memasarkan hasil masakan yang saya buat untuk komersil.

Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

Mempunyai restoran atau toko kue yang terjamin kehalalannya.

C. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:

Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Saya ingin senantiasa memasak makanan untuk keluarga sehingga makanan yang dikonsumsi terjamin kesehatan dan kehalalannya. Selain itu saya juga ingin memiliki restoran atau toko kue yang berlabel halal MUI.

Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5 – 10 tahun ke depan (strategic plan)

Merintis usaha kuliner, dimulai dari warung skala kecil hingga nantinya berskala resto.

Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)

Dalam kurun waktu 1 tahun ini saya akan mulai memperkenalnya Dapur Bunda-Buya. Dimulai dengan berjualan makanan ala Minang di kalangan mahasiswa tiap pekan.

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu; BERUBAH atau KALAH. – Institut Ibu Profesional

 

Tags: , , , , ,

45. Ingin Liburan ke Aussie? Intip 5 Langkah Mudah Dalam Mengurus Visanya

“Susah nggak sih ngurus visa Aussie?”

“Apa benar harus punya uang 50 juta di tabungan?”

“Syarat-syaratnya apa aja kalau mau buat visa Australia?”

Pertanyaan di atas merupakan beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan para traveler yang ingin mengunjungi negara kangguru. Sebetulnya tidak sulit untuk memperoleh visa turis, asalkan semua syaratnya terpenuhi.

Oh iya, sebagai informasi Indonesia belum bebas visa lhoh ya dengan Australia. Maksudnya setiap WNI harus mengantongi visa jika ingin masuk ke negara yang beribukota di Canberra. Lain halnya jika wisatawan Australia yang ingin masuk ke Indonesia. Mereka bebas masuk keluar berbagai kota di Indonesia tanpa visa. Ini merupakan kebijakan yang dibuat pemerintah dengan tujuan meningkatkan jumlah turis yang berkunjung ke Indonesia.

Australia menerbitkan beragam jenis visa yang disesuaikan dengan keperluan sang pendatang. Anda harus menentukan jenis visa apa yang ingin dibuat. Apakah untuk berlibur, urusan pekerjaan, atau dalam rangka melanjutkan studi. Dalam tulisan ini, saya akan membahas berbagai hal yang diperlukan dalam pembuatan visa jika Anda ingin menikmati keindahan kota-kota di Australia sebagai turis. Visa turis dikategorikan sebagai visitor tourist visa (subclass 600).

Hal apa saja yang harus dipersiapkan? Yuk mari kita bahas satu per satu.

  1. Paspor

Paspor merupakan bukti identitas sebagai seorang warga negara. Dirjen Imigrasi senantiasa melakukan perbaikan dari waktu ke waktu, sehingga pembuatan paspor saat ini menjadi lebih mudah. Bagaimana cara pembuatan paspor dan dokumen apa saja yang dibutuhkan, anda bisa klik link berikut.

http://www.imigrasi.go.id/index.php/layanan-publik/paspor-biasa#umum

  1. Pas foto terbaru

Jika merujuk pada ketentuan AVAC (Australian Visa Application Centre), yang dibutuhkan adalah foto dengan ukuran 45 mm x 35 mm. Cukup rumit ya jika harus mengukur foto dengan ukuran yang persis pas seperti ketentuan tersebut. Namun Anda bisa menggunakan pas foto dengan ukuran 4×6. Latar foto bisa berwarna biru atau merah, tidak harus berwarna putih. Akan tetapi harus dengan background polos, bukan bercorak.

  1. Akte kelahiran

Lampirkan juga fotokopi dari akte kelahiran. Akte kelahiran ini harus menunjukkan nama kedua orang tua Anda.

  1. Formulir

Yang tak kalah penting selain ketiga dokumen di atas adalah formulir 1419 yang harus diisi. Formulir ini bisa diperoleh dengan cara men-download dari website AVAC. Jika pembuatan visa dibantu oleh agen perjalanan, maka ada tambahan formulir 956A yang harus Anda isi.

  1. Dokumen yang menunjukkan bahwa Anda sebagai turis

Dokumen-dokumen ini dilampirkan dalam pembuatan visa agar menunjukkan bahwa Anda akan kembali ke Indonesia dan tidak berniat bekerja atau tinggal menetap di Australia.

  • Dokumen kecukupan dana

Dokumen yang dilampirkan bisa berupa print-out rekening tabungan, slip gaji, catatan pajak, atau limit kartu kredit. Rekening tabungan yang harus dilampirkan adalah kondisi tiga bulan terakhir. Yang sering menjadi pertanyaan adalah apakah jumlah saldo di rekening tabungan harus 50 juta rupiah? Tidak harus. Namun akan memberikan peluang lolos yang lebih besar jika saldo tabungan Anda senilai 50 juta rupiah. Seandainya saldo tabungan tidak mencukupi nominal tersebut, bisa juga melampirkan fotokopi deposito yang dimiliki.

Kebijakan ini diambil oleh pemerintah Australia agar para turis yang datang memiliki uang yang cukup untuk hidup selama di Australia sehingga tidak terkatung-katung. Alangkah baiknya jika memiliki niat untuk berlibur ke Australia maka Anda sudah mencadangkan uang di rekening tabungan tiga bulan sebelum mengurus visa.

  • Rencana perjalanan

Lampirkanlah rencana perjalanan atau itinerary selama berlibur di Australia. Selain itu bisa menambahkan fotokopi tiket penerbangan dan bukti pemesanan hotel.

  • Surat undangan (invitation letter)

Jika tujuan kedatangan Anda ke Australia untuk mengunjungi keluarga atau teman, maka bisa melampirkan surat undangan dari orang yang akan didatangi.

  • Dokumen lainnya

Dokumen ini menunjukkan bahwa Anda pasti kembali ke Indonesia dan tidak berniat menetap dalam jangka waktu lama di Australia. Misalnya jika Anda seorang karyawan, maka lampirkan surat pernyataan bahwa Anda bekerja dan masih berstatus pegawai di suatu perusahaan. Selain itu juga bisa melampirkan surat pernyataan dari keluarga yang tinggal di Indonesia yang menyatakan bahwa Anda akan kembali ke Indonesia.

Berapa biaya pembuatan visa Australia?

Biaya yang dikenakan per orang untuk visa turis sebesar Rp 1.470.000 (kondisi 1 juli 2017). Ada tambahan biaya logistik sebesar Rp 158.000, sehingga total yang harus dibayar adalah Rp 1.628.000.  Jika pembuatan visa dibantu oleh agen perjalanan, maka akan ada tambahan fee untuk sang agen.

Urus sendiri atau dibantu agen perjalanan?

Tentu ada kelebihan dan kekurangan diantara keduanya. Jika Anda memilih opsi mengurus sendiri, maka biaya yang harus dikeluarkan hanyalah sebesar tarif yang telah ditetapkan oleh AVAC. Terutama jika visa yang akan dibuat tak hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk pasangan, anak, dan kerabat lainnya. Tentunya menjadi lebih murah karena tak perlu membayar fee untuk travel agent. Namun Anda harus datang ke kantor AVAC yang berlokasi di Jakarta atau Bali untuk menyerahkan dokumen-dokumen.

Jika Anda tidak ingin direpotkan dengan mengunjungi kantor AVAC, maka pilihan mengurus visa lewat agen perjalanan bisa menjadi pertimbangan. Cukup mendatangi agen perjalanan dengan membawa berbagai dokumen lalu selebihnya akan diurus oleh travel agent. Sang agen perjalanan akan mengecek kelengkapan berkas dan membantu mengisikan formulir permohonan visa Anda. Bagi Anda yang tinggal di luar kota Jakarta dan Bali, opsi mengurus visa lewat agen perjalanan bisa menjadi pilihan. Akan tetapi konsekuensinya harus merogoh kocek lebih karena perlu membayar biaya jasa bagi agen perjalanan. Seandainya memutuskan untuk mengurus visa dengan bantuan agen perjalanan, maka pilihlah agen terpercaya yang sudah terbiasa melakukan pengurusan visa turis Australia.

Dokumen yang harus disiapkan ternyata banyak dan ribet? Ah tidak juga. Hal tersebut merupakan aturan pemerintah Australia dalam rangka melindungi negaranya dari berbagai hal yang tidak diinginkan, seperti masuknya tenaga kerja asing ilegal. Dengan menyiapkan selengkap-lengkapnya dokumen yang dibutuhkan, maka semakin besar peluang lolosnya visa turis Anda.

Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat mencoba.

 

 
Leave a comment

Posted by on July 29, 2017 in atashi,,, tips, traveling

 

Tags: , , , , , , ,

44. Nice Homework #7

Sewaktu SMA, saya pernah mengikuti tes psikologi yang diadakan pihak sekolah sebanyak 2 kali. Selain mengetahui berapa skor IQ, dengan tes tersebut juga mampu mengetahui bidang pekerjaan yang cocok untuk saya. Kesimpulan tes pada saat itu adalah saya cocok di bidang matematika. Dan akhirnya kini saya “terjerumus” ke dalam dunia statistik.

NHW kali ini para peserta diminta untuk menemukan bakat yang ada dalam dirinya. Caranya dengan masuk ke website temubakat.com. Bagi man-teman yang penasaran dan ingin tahu apa bakat yang ada dalam dirinya, silahkan klik web tersebut. Gratiiss. Kecuali kalau ingin hasil yang lebih lengkap dan akurat, man-teman bisa klik menu “Talents Mapping”. Naah, untuk yang ini berbayar.

Apakah hasil dari temubakat.com memberikan hasil yang sama dengan hasil tes saat SMA dulu? Berikut hasilnya.

Hasil temubakat -1.pngHasil temubakat -2Ternyata hasilnya masih sama, seorang Anisa Nofita senang dengan angka dan data. Untuk ini, entahlah apakah memang saya benar-benar suka terhadap angka dan data atau tidak. Karena pekerjaan saya sehari-hari berkutat dengan angka dan data, sehingga saya menjadi terbiasa dengannya. Namun diakui, saya menikmati pekerjaan “mengolah” angka-angka menjadi suatu informasi yang bermanfaat.

Dari hasil di atas, sekarang saatnya membuat kuadran aktivitas yang disukai dan tidak disukai.

Aktivitas yang DISUKAI dan BISA

Cooking & baking

Menulis

Menganalisis angka dan data

 

 

Aktivitas yang DISUKAI tetapi TIDAK BISA

Berjualan

Desain grafis

Motivator

Fotografi

Aktivitas yang TIDAK SUKAI tetapi BISA

Membereskan rumah

 

 

Aktivitas yang TIDAK SUKAI dan TIDAK BISA

Ambassador

Interpreter

Tiap orang diciptakan unik oleh ALLOH. Masing-masing memiliki bakat dan peran berbeda dalam hidup ini. Yuuk mari segera temukan bakat terbesarmu. Asah dan kembangkan agar hidupmu lebih bermakna dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarmu.

 

Tags: , , , ,

43. Nice Homework #6

Setelah libur lebaran sekitar 2 minggu, kelas matrikulasi kembali dimulai. Ada NHW lagi, hoho. Minggu ini tugasnya adalah “Belajar Menjadi Manager Keluarga yang Handal”.

Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting.

Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.

Selama di Canberra, aktivitas yang penting bagi saya antara lain ibadah, masak-memasak, menulis, menyuapi anak dan bermain bersamanya, membereskan rumah, serta mengikuti kajian setiap minggu. Clue-nya adalah pilih aktivitas penting yang juga menunjang bertambahnya jam terbang peran hidup saya. Oleh karena itu saya memilih 3 aktivitas, yakni:

  1. Ibadah; sholat dan membaca qur’an, selain itu mendengarkan kajian para ustadz di youtube sambil membereskan rumah.
  2. Memasak; sebagai wahana meng-explore aneka resep masakan yang baru.
  3. Menulis.

Lalu 3 aktivitas yang tidak penting, yaitu:

  1. Membuka Facebook; ini nih pencuri waktu nomer satu.
  2. Menonton film; tapi ini biasanya saya sambi dengan menyetrika ataupun masak.
  3. Membereskan mainan.

Waktu saya banyak dihabiskan untuk memasak, menyuapi anak dan bermain dengannya. Saya iri dengan para ibu yang bisa memasak dengan waktu yang singkat. Apalagi kalau lihat video memasak di youtube, cuma sepuluh menit makanan sudah matang. Lha koq saya bisa berjam-jam di dapur ya, mulai dari persiapan bumbu dan bahan-bahannya, proses memasaknya, serta cuci piring dan panci. Untuk menyenangkan hati, saya anggap ini sebagai ajang belajar menemukan resep yang pas dengan rasa maknyus. Kalau rasanya sudah oke, kan bisa untuk dijual. Teteup dong ya niat bisnis kulinernya, hehehe.

InsyaAlloh semoga bisa konsisten ya dalam meningkatkan kualitas aktivitas-aktivitas penting dalam hidup.

 

Tags: , , , ,

42. Aliran Rasa NHW #5

Akhir Ramadhan kami sudah memasuki tugas yang kelima. Tak terasa sudah setengah perjalanan di kelas matrikulasi IIP.

Sepertinya ini merupakan NHW tercepat yang saya buat. Dalam beberapa jam tugas bisa diselesaikan. Selain karena tugasnya lebih sederhana, yakni membuat desain pembelajaran ala diri sendiri, juga proses pengerjaannya yang lebih fokus. Aktivitas selama bulan Ramadhan terasa lebih padat, terutama ketika weekend dimana ada sholat tarawih bersama di KBRI dan kegiatan kajian lainnya yang mendatangkan ustadz-ustadz dari Indonesia. Kalau sudah setor NHW kan jadi lebih tenang dan nggak kepikiran belum mengumpulkan tugas, hehe.

Yang dibutuhkan dalam pengerjaan NHW adalah fokus. Cukup beberapa jam tanpa disela dengan buka social media atau aktivitas lainnya. Selain fokus, tips lainnya adalah langsung tulis apa yang ada di pikiran. Kelamaan berpikir dalam menguntai kalimat-kalimat justru memperlambat penyelesaian tugas. Tulis saja, lalu baca kembali untuk proses editing.

Semoga NHW-NHW berikutnya saya bisa konsisten dengan mengaplikasikan cara tersebut.

 

Tags: , ,

41. Nice Homework #5

Untuk NHW kali ini, peserta matrikulasi diminta untuk membuat desain pembelajaran bagi dirinya masing-masing. Masuk akal, karena kalau si ibu tak punya dasar road map pembelajaran bagi dirinya sendiri, bagaimana ingin mendidik anak-anaknya dengan terarah. Duuh, tiap NHW saya berasa dijewer deh. Anaknya ini (padahal sudah jadi emak) masih suka moody, tidak fokus dan tidak konsisten dengan target yang telah ditetapkan di awal.

Karena di NHW #5 tidak ada clue yang spesifik bagaimana membuat desain pembelajaran, maka saya googling terlebih dahulu apa itu desain pembelajaran dan bagaimana membuatnya. Website ini jadi acuan saya dalam membuat desain pembelajaran.

http://www.mediabelajar.cf/2013/06/model-model-desain-pembelajaran.html

Ada beberapa model yang bisa digunakan, antara lain: model Dick dan Carey, model ASSURE, model Gerlach dan Ely, model ADDIE, model Degeng, model PPSI, model J.E. Kemp, model Instructional System Design (ISD), dan Model Pengembangan Instruksional (MPI).

Dari sekian banyak metode, saya memilih model ADDIE untuk membuat desain pembelajaran. Selain pas di hati, metode ini juga sederhana. Saya tipe yang suka kepraktisan dan jelas alurnya. Kalau metode yang terlalu rumit, nantinya malah keblinger sendiri, hehe. Metode ADDIE merupakan model desain pembelajaran yang menggunakan 5 langkah sederhana, yakni Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation.

Tiap orang adalah unik, jadi temukan desain pembelajaran yang sesuai dengan kepribadian dan kondisi dirimu. Berikut desain pembelajaran ala saya yaa.

ANALYSIS

Menganalisis kebutuhan untuk menentukan masalah dan solusi yang tepat dan menentukan kompetensi siswa.

Kebutuhan saya adalah memahami ilmu agama Islam dengan baik dan menjadi wirausaha di bidang kuliner.

DESIGN

Menentukan kompetensi khusus, metode, bahan ajar, dan pembelajaran.

Ilmu agama Islam

Kompetensi khusus:

  • Menguasai cara membaca al-qur’an yang baik dan benar, dari sisi makhraj huruf dan tajwid.
  • Menguasai bahasa Arab
  • Menguasai dasar-dasar ilmiah ilmu agama Islam, seperti fiqh, hadist, sirah nabawiyah, dll.
  • Memiliki kemampuan dalam hal menyampaikan materi keagamaan dengan baik.

Metode belajar:

Secara otodidak (online dan membaca buku) serta mengikuti kajian dan kursus yang terkait.

Bahan ajar:

  • Buku/kitab penunjang
  • Gadget untuk browsing materi secara online

 

Ilmu kuliner

Kompetensi khusus:

  • Menguasai teknik cooking dan baking dengan baik dan benar.
  • Memiliki kemampuan dalam hal manajemen bisnis kuliner.
  • Memiliki kemampuan dalam hal pemasaran produk.

Metode belajar:

Secara otodidak (online, membaca buku, dan praktek resep) serta mengikuti kursus yang terkait.

Bahan ajar:

  • Buku resep masakan & kue
  • Gadget untuk browsing materi secara online
  • Peralatan memasak yang memadai

DEVELOPMENT

Memproduksi program dan bahan ajar yang akan digunakan dalam proses pembelajaran.

Memproduksi bahan ajar?

Hmm, kalau saya lebih ke memperbanyak referensi semisal buku-buku kali ya.

IMPLEMENTATION

Melaksanakan program pembelajaran dengan menerapkan desain atau spesifikasi program pembelajaran.

Selain kegiatan belajar, di sini saya juga memasukkan kegiatan membuat jadwal belajar yang di-break-down ke bulanan, mingguan, dan harian. Hari ini fokus ke ilmu apa, besok tentang apa, dan seterusnya. Karena ada beberapa jurusan ilmu yang ingin saya tekuni, maka saya harus membagi waktunya. Waktu yang saya gunakan untuk kegiatan implementation ini 1 – 2 jam per hari.

EVALUATION

Melakukan evaluasi program pembelajaran dan evaluasi hasil belajar.

Kegiatan evaluasi akan diadakan setiap 1 bulan sekali, me-review checklist kegiatan serta melibatkan suami sebagai second opinion. Karena jika dilihat dari sudut pandang saya pasti hasilnya oke-oke saja, hehe.

Sekian pembuatan desain pembelajaran ala saya. Semoga saya istiqomah dalam proses belajar menjadi individu, istri, dan ibu yang bahagia, aamiin 🙂

 

Tags: , , , , ,