RSS

48. Game Level 1 Bunda Sayang [hari ke-1]

07 Nov

Setelah mendapatkan materi mengenai komunikasi produktif, kini saatnya untuk mengaplikasikannya. Ada rasa ragu yang muncul, “Bisa nggak ya? Apa iya akan ada perubahan kelakuan si kecil?,” dan keraguan lainnya. Maklumlah, kalau emak sudah rempong, kesalahan kecil saja bisa memancing emosi. Namun, tujuan mengikuti kelas Bunda Sayang kan supaya menjadi ibu yang lebih baik. Bismillah, terus semangat untuk berubah!

Saya mencoba mempraktekkan materi ketika ingin melarang si kecil. Caranya, bicara dengan menatap matanya sembari tersenyum.

“Bunda, Abang mau pegang gunting,” ucap Hashuro di pagi hari.

“Guntingnya buat apa?” tanya saya. Sepertinya ia sedang suka bermain dengan gunting, terinspirasi dari kegiatan prakarya di Belconnen Library.

“Gunting kertas,” jawabnya.

“Nanti ya gunting-guntingnya, bareng Bunda,” saya menjawab permintaannya sembari mencuci piring.

Apakah dilarang seperti itu sudah berhasil? Oh tentu saja tidak, hehe. Hashuro kembali meminta gunting. Ucapannya masih dengan nada lembut. Tak kehabisan akal, kali ini ia mengambil mobil-mobilannya supaya bisa meraih gunting. Untuk benda-benda berbahaya seperti gunting, obat-obatan, dan lainnya memang sengaja saya letakkan di tempat yang tinggi.

Melihat hal tersebut, langsung deh saya berhenti dulu dari kegiatan per-cuci-an. Jongkok supaya badan saya setara dengannya.

“Main guntingnya nanti ya Bang, bareng-bareng sama Bunda,” ujar saya sembari tersenyum.

“Kenapa bareng Bunda?” tanya Hashuro.

“Biar main guntingnya ditemenin Bunda,”

“Kalo nggak ditemenin, apa?” pertanyaannya mulai kritis.

“Kalo nggak ditemenin, nanti tangan Abang bisa luka,” saya mencoba menjelaskan dengan sederhana. “Nanti ya kita main gunting bareng, kalo Bunda udah selesai cuci piring.”

Bagaimana hasilnya?

Ternyata berhasil, Alhamdulillah. Hashuro bersedia menunggu. Dan setelah Bundanya selesai cuci piring, langsung deh ditagih janjinya, hehe.

Senang bangeet rasanya bisa melarang si kecil tanpa harus marah-marah. Semoga bisa konsisten mempraktekkan materi komunikasi produktif ini, aamiin.

 

Advertisements
 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: