RSS

Monthly Archives: April 2016

27. Sang Maha Cinta

Anakku

Hari ini ayah bundamu

menangis bahagia

 

Bahagia

melihatmu sudah beranjak dewasa

 

Bahagia

melihatmu sudah siap berumah tangga

 

Bahagia

melihatmu telah menemukan

tambatan hati

yang bersamanya

engkau akan mengarungi

luasnya samudera kehidupan

dimana kalian akan mengguratkan

tapak-tapak sejarah yang tiada terlupakan

 

Anakku,

hari ini ayah bundamu melepaskanmu

dengan tangis dan tawa

sebagai orang tua

yang kehilangan buah hatinya

sekaligus menemukan jati diri anaknya

 

Bahwa

engkau bukanlah milik kami

karena kami ini tak lebih

hanya hamba yang mendapatkan amanah

dari Sang Maha Memiliki

 

Untuk sekedar menyiapkanmu

mengarungi jalan hidupmu sendiri

 

Sebuah bentangan jalan hidup

yang sangat berbeda

dengan yang telah kami lalui

 

Hidupmu adalah milikmu

hidupmu adalah milik anak-cucumu

hidupmu adalah milik orang-orang yang membutuhkanmu

di zamanmu

 

Bukan milik ayah bundamu

meskipun kamilah penyebab kelahiranmu

 

Bukan milik ayah bundamu

meskipun kamilah yang mendidikmu

 

Bukan milik ayah bundamu

meskipun kami sungguh mencintaimu

dengan sepenuh rindu

 

Sayangku,

hari ini ayah bundamu berlapang dada

melihatmu dalam kain kebaya

yang menandai perjalanan

hidup barumu yang penuh cinta

 

Meskipun

cinta tidak selalu bermakna tertawa

karena cinta juga bisa berwujud tangis

antara bahagia dan derita

antara suka dan duka

antara kegagalan dan kesuksesan

antara kesempitan dan kelapangan

 

Tak apa

biarlah kehidupan menampakkan

dirinya dengan seribu wajah

tetapi ia tidak akan pernah bisa berdusta

kepada orang-orang yang menyapanya

dengan penuh rasa cinta

 

Bahwa kehidupan ini akan menjadi surga

bagi para pengabdi cinta

 

Cinta

akan menjadi kekuatan yang tiada tara

dalam mengarungi ganasnya kehidupan

yang seringkali menjungkirbalikkan

siapa saja yang melaluinya

dengan kebencian

 

Cinta

menjadi layar yang kokoh tiada bandingnya

dalam menjalankan biduk rumah tangga

yang seringkali dihempas gelombang

dan menceraiberaikan

siapa saja yang yang ada di dalamnya

sambil menyelamatkan mereka

yang tak ikut bersalah

 

Cinta

menjadikan seseorang kuat bertahan

dalam beratnya ujian dan cobaan

menjadikan seseorang peka

dan penuh kepedulian

serta menjaganya

dalam indahnya keharmonisan

 

Karena

cinta adalah perwujudan DIA

Sang Maha Cinta

yang selalu bersama mereka

yang menggelorakan sifat-sifat-NYA

yang penuh cinta

 

Anakku,

Sayangku, Cintaku,

hari ini ayah bundamu berpesan

warnailah lembaran hidupmu dengan cinta

iringi langkahmu dengan cinta

alirilah pembuluh darahmu dengan cinta

hiruplah nafasmu sepenuh cinta

dampingi suamimu dalam cinta

belailah anak-anakmu

dan seluruh generasi sesudahnya

dengan cinta

 

Karena itu berarti

engkau telah menghadirkan

Sang Maha Cinta

ke dalam seluruh geletar jiwamu

dan kehidupanmu

DIA akan memberkatimu

dengan segala rahmat-NYA

yang penuh cinta

 

Dengan menyebut nama-NYA

Dzat Yang Menguasai dan menjadi Sumber Segala Cinta

 

Hari ini

ayah bundamu berdoa

semoga hidupmu akan terus

mengalirkan rasa cinta

untuk suamimu, anak-anakmu, cucu-cucumu

dan seluruh generasi sesudahmu

karena dengan cinta itulah

engkau akan menapaki hidup bahagia

di dalam ridho-NYA

dan meleburkan diri dalam harmoni

Dzat Penguasa Jagat Semesta

Sang Maha Cinta

 

Ridho ayah bunda

semoga menjadi ridho Alloh kepadamu

Aamiin yaa mujiibas saailiin

……….

Note:

Saya sangat suka dengan puisi di atas; bahasanya sederhana, tulus, dan menyentuh. Puisi tersebut di-copas dari tulisan Agus Mustofa dengan buku berjudul “Sang Pengantin & Generasi Cinta”. Buku tersebut merupakan hadiah dari Bu Wika (salah satu atasan di tempat saya bekerja).

Buku ini dibagi menjadi tiga (3) bab. Bab pertama berisi berbagai nasihat untuk kawula muda sebelum ke jenjang pernikahan, mulai dari mencari jati diri, menyamakan visi & misi, hingga mengikat janji suci. Bab kedua berisi nasihat dalam membina rumah tangga, seperti berpasangan dalam perbedaan hingga menghindari macetnya komunikasi. Kemudian di bab ketiga, berisi beragam nasihat terkait bagaimana kita menyiapkan generasi penuh cinta, misalnya menyiapkan emosi sang buah hati dan membangun intelektualitas anak.

Hal yang saya sangat suka dari buku-buku karangan Agus Mustofa adalah kita diajak untuk berfikir dan merenung. Semacam berfilosofi gitu deh. Namun yang membedakan buku-bukunya dengan buku filosofi lain adalah buku Pak Agus ini senantiasa disertai ayat-ayat Al Qur’an. Buku lainnya yang pernah saya baca adalah “Menjadi Haji Tanpa Berhaji”. Ini recommended book banget! Terlebih untuk man-teman semua yang akan melaksanakan umroh atau haji. Buku tersebut bercerita berbagai makna dari rangkaian kegiatan haji, seperti makna tawaf mengelilingi Ka’bah, melakukan sa’i, hingga makna wukuf di Arafah. Dijamin ibadah umroh dan hajinya lebih khusyuk setelah baca buku tersebut 🙂

 

 
Leave a comment

Posted by on April 13, 2016 in atashi,,, Indahnya Islam

 

Tags: , , , , ,