RSS

32. Nice Homework #1

Setelah menerima materi dan mempelajarinya, maka kami sebagai peserta kelas matrikulasi akan diberikan tugas yang harus dikerjakan dan dikumpulkan sebelum materi berikutnya diberikan. Kira-kira hampir seminggu waktu yang diberikan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Haruskah setiap peserta mengerjakan tugas-tugasnya? Iya, wajib hukumnya supaya bisa lulus kelas matrikulasi dan naik ke level berikutnya.

Terkait materi “Adab Menuntut Ilmu”, berikut pertanyaan yang harus saya jawab:

  1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini. Karena diminta hanya satu, berarti suatu ilmu yang menurut saya paling penting. Sementara banyak hal yang saya suka dan ingin dipelajari, antara lain ilmu ekonomi, masak-memasak, menulis, dan parenting. Namun ilmu yang paling mendasar bagi saya untuk senantiasa dipelajari adalah ilmu agama.
  2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.  Hal pertama yang terlintas di pikiran dalam memilih suatu ilmu tentulah rasa suka dan bahagia ketika mempelajari ilmu tersebut. Tidak ada tekanan, justru yang muncul adalah rasa semangat. Setiap saya pulang dari menghadiri ceraham/ pengajian/ halaqoh, pikiran saya menjadi lebih jernih. Yang awalnya berangkat ke pengajian dengan bad mood, seketika mood saya membaik. Mungkin alasan saya terdengar silly, tetapi ini yang menjadi dasar saya memilih ilmu tersebut. Selain itu, dengan mempelajari ilmu agama, saya ingin menjadi guru dan tempat bertanya pertama bagi anak-anak saya terkait hal keagamaan. Untuk mendidik anak-anak menjadi sholih dan sholihah tentulah butuh figur orang tua yang memberikan contoh riil bagaimana penerapan ilmu agama dalam keseharian hidup.
  1. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
  • Meminta izin dan dukungan suami.
  • Rutin menghadiri pengajian dan halaqoh setiap minggu.
  • Membaca aneka buku terkait ilmu agama.
  • Menonton video ceramah berbagai ustadz/ulama yang ada di youtube.
  • Follow berbagai akun facebook yang menambah wawasan tentang islam.
  • Membaca artikel di website yang dikelola oleh ustadz/ulama.
  1. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
  • Bersungguh-sungguh dan fokus. Saya tipe orang yang mudah merasa bosan terhadap satu hal, seringnya suka melakukan banyak hal di satu waktu sehingga menjadi tidak fokus. Hal tersebut harus saya ubah dan senantiasa berkomitmen terhadap niat awal.
  • Berusaha on-time ketika menghadiri pengajian dan halaqoh. Ini yang jadi PR besar bagi saya, karena sering terlambat datang sehingga tidak mendengarkan secara utuh materi yang disampaikan.
  • Membuka pikiran ketika suatu materi disampaikan. Saya akan berusaha untuk tidak merasa sudah lebih paham dari peserta yang lain, Meskipun sebelumnya sudah pernah mendapatkan materi tersebut.

Empat pertanyaan di materi pertama saja sudah membuat saya merenung lama, “Apa sih yang ingin saya pelajari dalam hidup ini? Apakah bermanfaat? Lantas bermanfaat untuk siapa saja?”. Karena hakikatnya tidak ada jawaban yang benar ataupun salah untuk keempat pertanyaan di atas, maka tiap peserta bebas mengekspresikan pikirannya. Cukup luangkan waktu sebentar, tenangkan pikiran, tanya pada diri sendiri dan jawablah dengan jujur.

“Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia” – Institut Ibu Profesional

 

Tags: , , ,

31. Menjadi Ibu yang Profesional

IIP? Institut Ibu Profesional?

Sebelumnya tak pernah kenal dengan komunitas tersebut. Baru kemudian teman halaqoh bercerita bahwa ia mengikuti kelas di IIP. Dari penjelasan singkatnya, sepertinya materi-materi yang diperoleh sangatlah menarik. Terutama bagi saya yang masih belajar menjadi istri dan ibu yang baik. Dengan kesungguhan niat dan izin dari suami, maka terdaftarlah saya di kelas matrikulasi batch #4. Sempat bingung, apakah ikut grup regional DKI Jakarta? Tetapi sementara ini saya menetap di Canberra. Atas saran adik saya yang mengatakan bahwa kelas matrikulasi hanya tiga bulan, maka saya memutuskan untuk ikut grup luar negeri. Dan ternyata, saya bisa berkenalan dengan ibu dan calon ibu yang tinggal di berbagai benua. Alhamdulillah 🙂

Agar saya mudah membacanya di kemudian hari, maka saya copas-kan materinya di blog. Materi pertama dari kelas matrikulasi adalah “Adab Menuntut Ilmu”. Yuk kita baca bersama 🙂

☘☘☘☘
ADAB MENUNTUT ILMU
Senin, 15 Mei 2017

Disusun oleh Tim Matrikulasi – Institut Ibu Profesional

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.
Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.
Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU.

ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya.
Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horizontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.
Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan.
Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya.

☘ADAB PADA DIRI SENDIRI

a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c. Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.

d. Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.

☘ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)

a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.

☘ADAB TERHADAP SUMBER ILMU

a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat “copas dari grup sebelah” tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.

e. Dalam dunia online, harus menerapkan “sceptical thinking” dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.

Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, sehingga mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.

Referensi :
Turnomo Raharjo,
Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.

Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah,
2014, hlm. 5.

Muhammad bin Sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015.

 

Tags: ,

30. Resolusi di Tahun 2017

Hai blogku, lama tak bersua. Niat hati ingin posting satu tulisan dalam seminggu, tetapi kenyataannya sudah lebih dari enam bulan blog ini tak ber-progress. Begitu banyak peristiwa yang terjadi dan begitu banyak yang ingin diceritakan; keputusan untuk CLTN (Cuti Luar Tanggungan Negara), menemani suami yang melanjutkan kuliah di negeri kangguru, winter’s life, dan berbagai hal menarik selama tinggal di Canberra. Hmm, dimulai dari mana ya?

Bagaimana jika dimulai dengan harapan untuk tahun 2017. Setiap orang memiliki impian yang ingin diwujudkan selama satu tahun ke depan. Entah itu adalah lulus dari jenjang pendidikan yang sedang dijalani, promosi jabatan kantor, menikah, memiliki anak, usaha dagang makin laris, dan lainnya. You name it. Sebagian orang menuliskan impian tersebut menjadi resolusi yang ingin dicapai, dan sebagian lainnya cukup menyimpan keinginannya dalam hati.

Saya termasuk tipe pertama; suka menulis berbagai impian di kertas. Bukan apa-apa, saya tipe orang yang pelupa. Jadi biar ingat saya tulis deh di sebuah buku apa saja yang saya inginkan dalam hidup. Selain itu dengan menuliskan target hidup, akan membuat saya senantiasa on the track. Misalnya saya ingin traveling keliling dunia. Nah, hal-hal apa saja yang harus saya lakukan guna mendukung target tersebut. Langkah pertama tentulah membuat pos tabungan yang dikhususkan untuk traveling.

Meski agak telat mem-post terkait resolusi, tapi lebih baik daripada tidak sama sekali. Pembagian kelompok target saya singkat dengan RUJAK. RUJAK ini terinspirasi dari kegiatan dalam halaqoh yang saya ikuti selama di Canberra. RUJAK merupakan singkatan dari Ruhiyah, Uang, Jasmani, Akademik, dan Keluarga.

Ruhiyah

Ruhiyah menempati posisi teratas dalam target hidup saya. Sebagai seorang muslim, saya percaya dengan keberadaan surga dan neraka. Bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara dan akan ada kehidupan setelah kematian dimana setiap tindakan kita selama hidup akan dimintai pertanggungjawabannya. Namun, tantangan di kelompok ini sangatlah berat. Menjaga agar ibadah kita senantiasa stabil bukanlah pekerjaan mudah, sangat sulit malah. Untuk itu tulislah target yang ingin dicapai, misalnya dalam setahun hapal 2 juz, istiqomah dalam sholat qiyamul lail, dan lainnya.

Uang

Tak bisa dipungkiri tinggal di luar negeri akan membuat seseorang berlomba-lomba menabung dollar. Dan saya pun terkena virus ini. Tentunya dengan cara yang halal ya. Karena saya 24 jam stay at home dan tidak bekerja seperti kebanyakan pasangan student lainnya, maka harus cari cara nih bagaimana saya juga bisa menabung dollar. Kebetulan saya suka memasak dan mencoba berbagai resep baru. Nah, hobi inilah yang saya berdayakan. Tahun kemarin saya sempat berjualan opor ayam dan seblak. Semoga di tahun 2017 ini bisa lebih rutin lagi dalam menjual makanan khas Indonesia.

Jasmani

Pikiran sehat juga harus ditunjang dengan kondisi badan yang sehat. Target saya ga muluk-muluk, yakni berat badan kembali ke berat sebelum menikah :D. Lingkungan di Canberra sangat mendukung resolusi saya yang satu ini. Karena pilihan angkutan umum tidaklah banyak, maka kemana-mana saya banyak berjalan kaki. Namun saya sangat menikmati berjalan kaki di Canberra. Dengan udaranya yang bersih dan trotoar yang lebar menjadikan berjalan kaki merupakan kegiatan yang menyenangkan. Selain itu rutin makan sayur, buah dan minum susu masuk dalam target resolusi saya. Hal ini yang sering saya skip kalau sudah kerepotan mengurus si kecil.

Akademik

Status CLTN tak membuat keinginan saya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang S2 menjadi surut. Dengan melihat suami yang kuliah, justru membuat saya jadi bersemangat dan termotivasi ingin mengikuti jejak yang sama. Ya, saya ingin bisa kuliah di luar negeri. Kenapa ingin berkuliah di luar negeri? Universitas di Indonesia juga tak kalah bergengsi serta dari sisi materi dan text book mungkin sama,. Namun yang membedakan adalah saya bisa belajar tentang good governance yang nantinya bisa diaplikasikan di Indonesia. Hal-hal yang ingin saya raih di tahun 2017 ini antara lain mencapai nilai IELTS dengan minimal skor 7, mempelajari lebih detail program beasiswa yang diincar, serta menulis jurnal.

Keluarga

Be a better mom! Inilah target saya. Mudah dalam menuliskannya, tetapi sulit dalam prakteknya. Karena tidak ada mata pelajaran yang mengajarkan bagaimana caranya menjadi orang tua yang baik, maka hal ini adalah suatu proses. Ya, senantiasa belajar dan terus belajar menjadi lebih baik. Yang sebelumnya sering marah-marah, maka ke depannya harus lebih sabar. Selain itu juga mencoba lebih kreatif dengan membuat aneka permainan. Kamu-kamu bisa gugling jenis mainan homemade yang mudah dibuat. Saya menargetkan tiap minggu minimal 1 jenis permainan baru yang saya buat.

– – –

Inilah the power of writing. Dengan menulis, kita sudah satu langkah lebih maju dalam menggapai impian. Selain itu, tulisan merupakan bentuk do’a kita kepada ALLOH. (mohon do’anya yaa man-teman, semoga impian-impian saya terkabulkan, aamiin). Dan yang terpenting adalah be specific. Tulislah segala impianmu secara rinci. Apa targetnya, bagaimana mencapainya, lalu waktu yang dibutuhkan.

Begitu banyak impian yang ingin diraih dalam setahun ini. Bismillah, tetap semangat dan optimis walau mungkin tidak realistis.

 
Leave a comment

Posted by on January 31, 2017 in atashi,,, Daily Activities

 

Tags: , ,

29. Dinda

Dinda…

Sungguh aku tak pernah bisa mengira,

Akan ada suatu titik dimana kisah ini berasal-bermula.

Ketika dua hati saling bersinggungan,

Meski tak pernah didahului saling perkenalan.

 

Lantas segalanya mengalir seperti air,

Menemukan jalannya dari hulu menuju ke hilir.

Lewat kata yang merangkai titik dan koma,

Lantas membentuk alur nan memesona.

 

Ah Dinda…

Sungguh tak ada yang mengerti tentang jalan yang menjejak di hadapan,

Kita seperti tengah menyibak tirai misteri yang Tuhan ciptakan.

Agar kita berlari atau bersinggah sejenak,

Mengatur nafas lantas kembali bergegas beranjak.

 

Berkejaran dengan waktu yang memangsa jarak antara kita,

Sehasta demi sehasta, sedepa demi sedepa…

 

Ketika sepasang insan yang kepaknya tak pernah beriringan,

Telah menemukan tambatan jiwa yang mengisi setiap kekosongan.

Ketika yang separuh akan tergenapkan,

Dan tulang rusuk yang hilang telah ditemukan.

 

Meski mulanya ada gundah yang membuncah.

Ada pula ragu yang menyaru.

Lalu menjelma ia menjadi rindu yang mengharu.

 

Maka berserahlah hati ini pada Penggenggamnya.

Agar sirna segala prasangka.

Agar musnah segala gundah.

Hingga berpasrah pada kehendak-Nya.

 

Dinda…

Betapa akan selalu ada hal yang memesonakan dalam kehidupan,

Namun acapkali ia tak dapat dijelaskan dengan penalaran.

Maka biarkan saja ia menyisakan sebuah kenangan manis di hatimu,

Termasuk ketika kita membincangkan pertemuan dua hati, kau dan aku…

 

Ketika kata-kata sudah kehilangan maknanya,

Kita pun hanya mampu menyisakan sebuah tanya…

“Mengapa sepasang mata yang tak pernah bersua, bisa saling jatuh dan mencinta?”

Aku menatap matamu, mencoba menyusuri setiap jejak yang menunjukkan jawabannya.

 

Ah, masih ingatkah kau Dinda?

Pada suatu pagi yang tak pernah bisa ku lupa…

Saat pertama kita berjumpa, lalu kita hanya bisa terdiam kehilangan kata

Dalam dimensi sunyi kita hanya mampu tersipu menggumamkan rasa.

Sungguh tidak ada yang kebutulan di sisi Alloh”, begitu kataku dulu…

 

Bahkan jatuhnya rinai hujan hingga gugurnya dedaunan,

Tumbuhnya kecambah dan hembusan angin dari sesudut lautan.

Semuanya telah tercatat dan terperhitungkan.

 

Apatah lagi risalah dua hati,

Ia hanya bisa dimengerti oleh bahasa batin yang bernama ketentraman,

Ia hanya bisa diuraikan oleh jiwa yang telah terpasang-pasangkan.

 

Jiwa yang telah dipasangkan oleh Tuhannya dengan cara seksama,

Tanpa sempat kita tahu detail ceritanya.

Bisa jadi dalam tempo yang sesingkat-singkatnya,

Layaknya proklamsi republik ini katanya.

Atau dalam rupa perlahan-lahan seperti benih yang berkecambah di hamparan dunia.

 

Ah Dinda…

Aku seolah terlupa

Bukankah cinta tak sekedar memandang wajah, tapi ia juga menjenguk hati?

Bukankah cinta tak sekedar menggenggam tangan, tapi ia juga merengkuh jiwa?

Bukankah cinta tak sekedar mengagumi kelebihan, tapi ia juga membersamai setiap kekurangan?

 

Lalu kau pun tersenyum, mengulum ketersipuan dalam hatimu.

Dan aku pun hanya bisa merona,

Karena ku tahu, itulah jawaban cintamu yang paling sederhana.

 

Maka ketika sepasang tangan mulai bergenggam atas nama Tuhan,

Dalam sebuah akad yang akan menggetarkan arsy Yang Agung.

 

Disaat itulah kau izinkan aku tuk melabuhkan hati ini di tepian pantai cintamu.

Dan ketika itulah kau pilihkan bahuku untuk tempat bersandar letihmu.

Lantas kau akan mulai berceloteh tentang segala mimpi dan citamu.

Dan aku akan selalu berusaha untuk menjadi pendengar setiamu.

 

Dinda…

Maka dalam setiap mimpi dan cita

Akan ada sebuah janji yang menuntut pembuktiannya

Dalam kelindan ribuan kompromi, kita pun akan tiba pada satu masa yang niscaya

 

Tatkala kita harus memilih dan berlari.

Ingin berbalik arah, lantas menjadi seorang pemimpi.

Ataukah kita memilih jalan menempuh pergi.

Lalu menunaikan amanah yang tak pernah mau dipikul langit dan bumi.

 

Maka, untuk seribu langkah yang akan tertempuh lalu

Untuk setiap takdir yang akan menggurat tergaris

Dan untuk sejuta warna hidup yang melukis cerita penuh berharap

Aku kan selalu membutuhkan hadirmu di sisiku, Dindaku…

 

Dalam rupa do’a yang kan kau panjatkan hingga ke atas arasy Yang Agung

Dalam wujud dukungan cintamu yang elok dan menentramkan

Bahkan dalam bahasa tegur dan nasihat yang kukuh menghujam

Aku akan slalu merindukannya dan menyalinnya dalam lembaran-lembaran hatiku…

 

Jakarta,  4 Januari 2013

Di tengah taman orang-orang jatuh cinta dan memendam rindu

(Raudhoh al-muhibbin wa nudzhoh al musytaqiin)

=====

Kelanjutan posting sebelumnya, inilah puisi karya si mas yang kami niatkan untuk dilampirkan di undangan pernikahan. Namun apa daya niatan itu batal, panjang banget euy 😀

Note:

Harap cantumkan link blog ini ketika kamu menggunakan keseluruhan puisi atau sebagian puisi tersebut.

 
Leave a comment

Posted by on May 26, 2016 in atashi,,, pernikahan, Romantis

 

Tags: , , , ,

28. Today is the Day

Postingan sebelumnya sudah membahas proses ta’aruf dan puisi cinta. Tak lengkap rasanya jika tidak menuliskan rangkaian menuju hari H – the wedding itself. Meskipun sudah berselang 3 tahun, tapi gapapa ya, hehehe.

MENENTUKAN TANGGAL PERNIKAHAN

Semua hari dan tanggal adalah baik. Dalam Islam tak ada tuntunan harus menikah di hari tertentu atau di bulan tertentu. Maka, sah-sah saja jika ada yang menikah di bulan Ramadhan. Kamu semua tidak perlu repot menghitung weton dan sejenisnya. Percayalah, langgeng tidaknya suatu pernikahan bukan ditentukan dari tanggal pernikahan, tetapi dari sikap kita dalam menjalani pernikahan. Kalau menurut saya, tanggal pernikahan yang baik adalah di hari libur dan pada awal bulan, hehe.

MENCARI LOKASI (VENUE)

Karena kami hanya punya waktu 3 bulan untuk mempersiapkan pernikahan, jadi urusan mencari lokasi yang pas untuk akad nikah dan resepsi merupakan keribetan tersendiri. Keliling ibukota, mulai dari lokasi dekat rumah hingga ke Taman Mini, sangatlah menyita waktu. Kenapa tidak mengadakan acara di rumah saja? Mengadakan acara di rumah memang dari awal kami coret dari list venue. Pertimbangannya sih biar tidak terlalu merepotkan pihak keluarga. Kebayang kan bagaimana repotnya mendekor rumah, masak-memasak, hingga bersih-bersih setelah acara selesai. Belum lagi masalah parkiran kendaraan dan kebisingan yang akan mengganggu tetangga sekitar. Duuh, nggak pengen ribet deh. Akhirnya pilihan jatuh pada gedung Cawang Kencana untuk acara resepsi. Sedangkan utuk akad nikah dilaksanakan di masjid terdekat yakni Masjid ASABRI. Overall puas dengan ballroom Cawang Kencana. Ruangannya luas dan full karpet [monggo high heels-nya dipakai, tidak perlu khawatir kepleset lantai licin] 😀

MEMILIH KATERING & PERIAS

Setiap mengunjungi gedung untuk mencari tempat resepsi, pasti saya mengambil brosur katering yang bekerja sama dengan gedung tersebut. Setelah cek dan banding ini-itu, telepon sana-sini, dan icip-icip makanannya, akhirnya pilihan jatuh pada Daffa Catering. Makanannya lumayan enak dan porsi yang disediakan cukup banyak, sehingga di hari H para tamu tidak kekurangan makanan. Untuk rias pengantin, pilihannya adalah Komala Hadi. Suka banget dengan hasil riasan mba Yayang – si empunya Komala Hadi. Simple, minimalis alias ga menor, dan cantik. Syar’i-nya teteup dong harus dijaga. Maksudnya jilbab menutup dada, baju tidak ketat, tidak cukur alis dan tidak pakai bulu mata palsu. Silahkan man-teman browsing dalil-dalil terkait haramnya mencukur alis dan pemakaian bulu mata palsu. Pemilihan katering dan perias sudah disesuaikan dengan budget. Pertimbangan kami, kalau perbedaannya tidak signifikan ya pilih saja yang lebih murah. Toh cuma untuk acara 1 hari saja. Lebih baik uangnya dipakai untuk membeli perabot rumah 🙂

MENCETAK UNDANGAN

Alhamdulillah urusan cetak-mencetak undangan telah di-handle oleh Uncu [artinya paman dalam bahasa Minang]. Selain undangan yang dicetak, si mas juga membuat undangan via web. Saya lupa alamat web-nya. Web gratis koq, hehe. Ada cerita tersendiri dalam urusan membuat undangan ini. Si mas kan jago membuat puisi, jadi saya meminta dia untuk membuatkan puisi yang nantinya akan dicantumkan di undangan kami. Ternyataa, puisi yang dibuat sangat panjang, kalau dilampirkan di undangan tentu menghabiskan banyak kertas. Karena niatnya ingin irit maka puisi tersebut tidak jadi di-publish di undangan. Namun akan saya tampilkan di blog ini.

MENCARI SOUVENIR

Ada beberapa pusat berbelanja souvenir pernikahan di Jakarta, antaranya Jatinegara dan Asemka. Saya kurang tahu perbandingan harga antara kedua tempat tersebut. Menurut saya sih tidak terlalu berbeda jauh. Jenis souvenir yang tersedia sangatlah banyak. Silahkan kamu datangi beberapa toko untuk melihat keberagamannya. Prinsip pemilihan souvenir adalah sesuaikan dengan budget pernikahan. Selain itu asas manfaat juga jadi pertimbangan. Sangat sayang kan kalau souvenir yang kita berikan kepada tamu undangan menjadi sia-sia tak terpakai.

Tebet-20130120-00882.jpg

Alhamdulillah rangkaian acara pernikahan, mulai dari akad nikah hingga resepsi pernikahan berjalan lancar. Untuk kamu yang sedang menyiapkan acara pernikahan, semoga semuanya lancar jaya ya. Dan semoga pernikahan kalian senantiasa penuh keberkahan dari ALLOH 🙂

 
Leave a comment

Posted by on May 25, 2016 in atashi,,, pernikahan

 

Tags: , , , , ,

27. Sang Maha Cinta

Anakku

Hari ini ayah bundamu

menangis bahagia

 

Bahagia

melihatmu sudah beranjak dewasa

 

Bahagia

melihatmu sudah siap berumah tangga

 

Bahagia

melihatmu telah menemukan

tambatan hati

yang bersamanya

engkau akan mengarungi

luasnya samudera kehidupan

dimana kalian akan mengguratkan

tapak-tapak sejarah yang tiada terlupakan

 

Anakku,

hari ini ayah bundamu melepaskanmu

dengan tangis dan tawa

sebagai orang tua

yang kehilangan buah hatinya

sekaligus menemukan jati diri anaknya

 

Bahwa

engkau bukanlah milik kami

karena kami ini tak lebih

hanya hamba yang mendapatkan amanah

dari Sang Maha Memiliki

 

Untuk sekedar menyiapkanmu

mengarungi jalan hidupmu sendiri

 

Sebuah bentangan jalan hidup

yang sangat berbeda

dengan yang telah kami lalui

 

Hidupmu adalah milikmu

hidupmu adalah milik anak-cucumu

hidupmu adalah milik orang-orang yang membutuhkanmu

di zamanmu

 

Bukan milik ayah bundamu

meskipun kamilah penyebab kelahiranmu

 

Bukan milik ayah bundamu

meskipun kamilah yang mendidikmu

 

Bukan milik ayah bundamu

meskipun kami sungguh mencintaimu

dengan sepenuh rindu

 

Sayangku,

hari ini ayah bundamu berlapang dada

melihatmu dalam kain kebaya

yang menandai perjalanan

hidup barumu yang penuh cinta

 

Meskipun

cinta tidak selalu bermakna tertawa

karena cinta juga bisa berwujud tangis

antara bahagia dan derita

antara suka dan duka

antara kegagalan dan kesuksesan

antara kesempitan dan kelapangan

 

Tak apa

biarlah kehidupan menampakkan

dirinya dengan seribu wajah

tetapi ia tidak akan pernah bisa berdusta

kepada orang-orang yang menyapanya

dengan penuh rasa cinta

 

Bahwa kehidupan ini akan menjadi surga

bagi para pengabdi cinta

 

Cinta

akan menjadi kekuatan yang tiada tara

dalam mengarungi ganasnya kehidupan

yang seringkali menjungkirbalikkan

siapa saja yang melaluinya

dengan kebencian

 

Cinta

menjadi layar yang kokoh tiada bandingnya

dalam menjalankan biduk rumah tangga

yang seringkali dihempas gelombang

dan menceraiberaikan

siapa saja yang yang ada di dalamnya

sambil menyelamatkan mereka

yang tak ikut bersalah

 

Cinta

menjadikan seseorang kuat bertahan

dalam beratnya ujian dan cobaan

menjadikan seseorang peka

dan penuh kepedulian

serta menjaganya

dalam indahnya keharmonisan

 

Karena

cinta adalah perwujudan DIA

Sang Maha Cinta

yang selalu bersama mereka

yang menggelorakan sifat-sifat-NYA

yang penuh cinta

 

Anakku,

Sayangku, Cintaku,

hari ini ayah bundamu berpesan

warnailah lembaran hidupmu dengan cinta

iringi langkahmu dengan cinta

alirilah pembuluh darahmu dengan cinta

hiruplah nafasmu sepenuh cinta

dampingi suamimu dalam cinta

belailah anak-anakmu

dan seluruh generasi sesudahnya

dengan cinta

 

Karena itu berarti

engkau telah menghadirkan

Sang Maha Cinta

ke dalam seluruh geletar jiwamu

dan kehidupanmu

DIA akan memberkatimu

dengan segala rahmat-NYA

yang penuh cinta

 

Dengan menyebut nama-NYA

Dzat Yang Menguasai dan menjadi Sumber Segala Cinta

 

Hari ini

ayah bundamu berdoa

semoga hidupmu akan terus

mengalirkan rasa cinta

untuk suamimu, anak-anakmu, cucu-cucumu

dan seluruh generasi sesudahmu

karena dengan cinta itulah

engkau akan menapaki hidup bahagia

di dalam ridho-NYA

dan meleburkan diri dalam harmoni

Dzat Penguasa Jagat Semesta

Sang Maha Cinta

 

Ridho ayah bunda

semoga menjadi ridho Alloh kepadamu

Aamiin yaa mujiibas saailiin

……….

Note:

Saya sangat suka dengan puisi di atas; bahasanya sederhana, tulus, dan menyentuh. Puisi tersebut di-copas dari tulisan Agus Mustofa dengan buku berjudul “Sang Pengantin & Generasi Cinta”. Buku tersebut merupakan hadiah dari Bu Wika (salah satu atasan di tempat saya bekerja).

Buku ini dibagi menjadi tiga (3) bab. Bab pertama berisi berbagai nasihat untuk kawula muda sebelum ke jenjang pernikahan, mulai dari mencari jati diri, menyamakan visi & misi, hingga mengikat janji suci. Bab kedua berisi nasihat dalam membina rumah tangga, seperti berpasangan dalam perbedaan hingga menghindari macetnya komunikasi. Kemudian di bab ketiga, berisi beragam nasihat terkait bagaimana kita menyiapkan generasi penuh cinta, misalnya menyiapkan emosi sang buah hati dan membangun intelektualitas anak.

Hal yang saya sangat suka dari buku-buku karangan Agus Mustofa adalah kita diajak untuk berfikir dan merenung. Semacam berfilosofi gitu deh. Namun yang membedakan buku-bukunya dengan buku filosofi lain adalah buku Pak Agus ini senantiasa disertai ayat-ayat Al Qur’an. Buku lainnya yang pernah saya baca adalah “Menjadi Haji Tanpa Berhaji”. Ini recommended book banget! Terlebih untuk man-teman semua yang akan melaksanakan umroh atau haji. Buku tersebut bercerita berbagai makna dari rangkaian kegiatan haji, seperti makna tawaf mengelilingi Ka’bah, melakukan sa’i, hingga makna wukuf di Arafah. Dijamin ibadah umroh dan hajinya lebih khusyuk setelah baca buku tersebut 🙂

 

 
Leave a comment

Posted by on April 13, 2016 in atashi,,, Indahnya Islam

 

Tags: , , , , ,

26. Shopping Guide

Duilee, pemandu belanja?

Yup, secara tak sengaja saya dan teman satu ruangan dimintai tolong untuk menemani para peserta workshop berbelanja. Workshop yang diselenggarakan oleh ADB (Asian Development Bank) di Jakarta ini membahas Supply and Use Table (SUT). Pesertanya berasal dari berbagai negara di Asia, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, India, Srilanka, dan tentunya Indonesia.

Belum terbayang bagaimana saya akan memandu para bule ini berbelanja. Pastinya saya harus menerjemahkan bahasa si pedagang dan para bule. Hal unik yang selanjutnya saya ketahui adalah justru para peserta workshop-lah yang request ingin berbelanja di Tanah Abang. Wow, keren ya super-blok Tanah Abang bisa terkenal hingga mancanegara 🙂

Awalnya saya dikabari bahwa hanya 5 orang saja yang akan berbelanja ke Tenabang. “It’s okay. Cuma 5 orang dan semua adalah perempuan, tentu tidak akan sulit”. Namun ternyata jumlahnya membludak hingga kurang lebih 18 orang. *shock* Syukurlah, ada 3 orang lagi yang akan menjadi pemandu berbelanja. Saya dan Fitri menemani grup bapak-bapak. Bu Rini menemani grup para ibu. Sementara Cahya juga memandu grup para bapak. Ada juga beberapa orang yang memilih untuk berpisah dan berbelanja tanpa kami dampingi.

Pembagian grup sudah selesai. Yeay, it’s time to shop. Let’s hunt 🙂

Nah, kebetulan para bapak di grup yang saya dan Fitri dampingi ingin mencari baju batik. Langsung-lah kami menuju lantai 2 Blok A. Karena jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, notabene banyak toko yang mulai bersiap untuk tutup. Pada awalnya mereka cukup bingung dengan beragam motif baju batik. Jangankan para bule, saya sendiri saja juga sering kebingungan memilih ketika berbelanja baju batik. Setelah mencari ke beberapa toko, akhirnya mereka mendapatkan baju batik yang sesuai dengan keinginan 🙂 Harganya juga terjangkau kok, 130 ribu Rupiah untuk 1 potong.  Apakah ada acara bargain alias tawar-menawar? Absolutely yes, hehe. Sepertinya sudah kodrat perempuan ya, rasanya kurang afdhol kalau berbelanja tanpa kegiatan tawar-menawar 😀

20151127_154608.jpg

Ada yang mencari mainan anak, sepatu, kain sari India, alat tulis, bahkan kopi khas Indonesia dan kacang Bali. Unfortunately, tidak semua bisa terpenuhi. Semoga di lain kesempatan mereka bisa mengunjungi Indonesia dan kembali berbelanja di sini.

Oiya, mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa saya membantu para bule untuk menawar harga. Bukankah seharusnya mereka dibiarkan saja membeli dengan harga mahal? Toh keuntungannya untuk warga Indonesia. Ketika dihadapkan dengan pertanyaan ini, saya hanya bisa menjawab dengan pertanyaan. Bagaimana jika kamu ada di posisi mereka? Berada di negeri orang dan ingin membeli oleh-oleh khas negara tersebut. Tentu saja kamu juga ingin mendapatkan barang itu dengan harga yang wajar kan. Kamu-kamu pasti tahu kalau sebagian para pedagang di indonesia senang menaikkan harga hingga 3-4 kali lipat.

Hal yang terlupakan oleh saya adalah menawarkan batu akik. Duh, harusnya saya bawakan berbagai jenis batu akik ya, menularkan virus gemstone ke ranah internasional, hehe.

Akhir kata, mari berbelanja 🙂

 
Leave a comment

Posted by on November 28, 2015 in atashi,,

 

Tags: , , , ,