RSS

Author Archives: anofchan

Klappertaart

Suatu hari teman kantor saya bertanya kalau di Jakarta dimana ia bisa membeli makanan khas Sulawesi Utara; klappertaart. “Wahh, baru dengar tuh mbak. Jenis makanan seperti apa ya?” jawab saya. Kurang gaul juga nih saya dengan dunia perkulineran, bahkan klappertaart yang digemari banyak orang saja sampai tidak tahu. Kenalnya cuma dengan kue bolu dan brownies saja sih, hehe :D

Yang membuat saya tertarik untuk mencoba adalah resep dasar klappertaart yang menggunakan rhum. Susah kan memastikan apakah klappertaart yang dijual di toko-toko tidak menggunakan rhum. Meskipun sekarang ada essence rhum yang halal, tapi saya lebih prefer untuk tidak menggunakannya. Googling resep klappie dan ketemu blognya mbak Ferona; Klappertaart Wilton.

Image

Bahan:

  1. Fresh milk : 1000 cc
  2. Gula pasir : 250 gram
  3. Tepung terigu : 50 gram
  4. Tepung custard : 50 gram
  5. Maizena : 150 gram
  6. Mentega : 150 gram
  7. Kuning telur : 6 butir (bisa ditambah maksimal 3 butir)
  8. Kelapa muda : 2 butir (dagingnya saja yang digunakan, ditambah lagi akan jadi lebih enak)
  9. Kenari : 100 gram (sangrai, lalu cincang)
  10. Kayu manis bubuk : secukupnya
  11. Rhum pasta/essence : secukupnya (ini optional, saya gak pake koq)

Topping:

  1. Putih telur : 6 butir
  2. Gula pasir : 4 sdm
  3. Tepung terigu : 2 sdm
  4. Kismis : secukupnya (direndam air hangat. Kemudian bisa diciprati dengan rhum)
  5. Kayu manis bubuk : secukupnya

Cara membuat:

  1. Panaskan 700 cc fresh milk dengan gula pasir.
  2. Larutkan tepung terigu, tepung custard, dan maizena dengan 300 cc fresh milk.
  3. Masukkan campuran susu dan tepung ke dalam susu panas, aduk terus sampai mengental dan meletup-letup. Angkat dari api, masukkan mentega, aduk rata.
  4. Masukkan kenari dan kayu manis bubuk (kira-kira 1/4 sdt), serta rhum pasta/essence.
  5. Masukkan kuning telur satu per satu.
  6. Masukkan dagung kelapa muda, aduk rata.
  7. Masukkan adonan ke dalam wadah/cup sampai ¾ tinggi. Panggang dengan cara ditim selama 15 menit dengan suhu 160° C hingga ½ matang.
  8. Sembari menunggu adonan matang, kocok putih telur dengan mixer sambil dimasukkan gula sedikit demi sedikit sampai kaku.
  9. Masukkan tepung terigu, aduk rata dengan spatula.
  10. Semprotkan topping ke atas adonan ½ matang tersebut sampai cukup tinggi (yang banyak yaa, karena pada saat memanggang nantinya akan mengempis). Taburi dengan kismis dan kayu manis bubuk.
  11. Panggang lagi hingga topping berwarna kekuningan.

Note:

Karena saya pecinta keju, jadi di dalam adonan dan taburan topping saya tambahkan keju yang dipotong dadu. Sayapun juga suka dengan aroma kayu manis, alhasil taburan kayu manisnya banyak banget, hehe. Rasanya yummi, perpaduan antara rasa manis dan gurih. Akan lebih yummi lagi jika klappertaart didinginkan terlebih dahulu di kulkas sebelum disantap :)

Image

 
2 Comments

Posted by on April 21, 2012 in Masak Yuuk

 

Tags: , ,

Makaroni Panggang ala Bu Yoyoh

Setelah mem-posting ulasan tentang asal muasal makaroni, sekarang saya akan mem-posting resep panganan dari makaroni. Resep ini merupakan salah satu resep favorit saya. Kenapa? Karena saya berhasil membuatnya pada uji coba pertama (dan tanpa bantuan dari mama) ^_^ Awalnya saya mengira akan rumit dalam pembuatan makaroni panggang, apalagi setelah membaca resepnya yang panjang. Akan tetapi, ternyata saya berhasil, horrey \(^.^)/ Tipsnya adalah mengikuti setiap langkah dalam resep tersebut. Meskipun “agak ribet”, tapi setimpal koq dengan hasilnya. Mau mencoba rasa Makaroni Panggang yang tidak biasa? Just try this recipe ;)

p.s.: I’ve got this recipe from my office mate, Mrs. R. Asiah (Yoyoh). Thanks for sharing this recipe :)

Bahan Isi:

  1. Macaroni : 1 bungkus (250 gram)
  2. Ayam atau daging giling/kornet
  3. Sosis : 6 buah
  4. Bawang bombay : 2 buah
  5. Paprika hijau : 1 – 2 buah
  6. Tomat : 3 buah yang berukuran besar; diblender halus
  7. Susu bubuk putih : 3 – 4 sendok makan
  8. Telur : 6 butir
  9. Keju cheddar & keju mozarella : secukupnya
  10. Daun bawang
  11. Saus sambal botol

Bumbu:

  1. Merica bubuk secukupnya
  2. Bawang putih : 4 – 5 siung
  3. Oregano : ½ sendok makan
  4. Penyedap rasa (optional) –> saya tidak menggunakan penyedap rasa
  5. Mentega secukupnya
  6. Garam secukupnya

Cara membuat:

  1. Jika menggunakan ayam: potong ayam berukuran kecil-kecil kemudian direbus (kira-kira 300 ml air), air kaldunya jangan dibuang. Jika menggunakan daging: ditumis terlebih dahulu (menggunakan garam, merica, bawang putih).
  2. Potong sosis kecil-kecil, dengan pembagian 4 buah untuk toping & 2 buah untuk isian.
  3. Iris daun bawang, bawang bombay dan paprika.
  4. Larutkan susu bubuk dengan 1/3 gelas air kaldu yang masih panas.
  5. Ulek halus merica dengan bawang putih.
  6. Kocok lepas telur, jangan lupa diberi sedikit garam.
  7. 2/3 ulekan bawang putih+merica ditumis menggunakan mentega. Kemudian masukkan air kaldu secukupnya, tambahkan oregano, garam (secukupnya), dan royco (optional). Hasil tumisan kira-kira 3 – 4 sendok makan.
  8. Masukkan hasil tumisan ke dalam telur yang telah dikocok. Selanjutnya masukkan larutan susu bubuk.
  9. Rebus makaroni. Beri garam secukupnya (1 sdm)  + 1 sdm minyak agar tidak lengket. Setelah matang angkat dan tiriskan.
  10. Makaroni yang masih hangat selanjutnya dicampur ke telur kocok. Tambahkan sosis + daging ayam + irisan daun bawang.
  11. Lapisi loyang dengan aluminium foil, kemudian olesi dengan mentega.
  12. Tuang adonan ke loyang, panggang hingga bagian atasnya cukup keras dan berwarna kekuningan.
  13. Jika adonan sudah agak keras di bagian atas, tuang topping, kemudian ratakan.
  14. Beri parutan keju mozarella dan keju cheddar.
  15. Panggang kembali hingga bagian atasnya berwarna kuning. Makaroni panggang siap disajikan dengan saus botol.

Cara membuat topping:

  1. 1/3 ulekan bawang putih ditumis dengan mentega, masukkan sosis yang telah disiapkan untuk topping, lalu tambahkan air kaldu (2/3 gelas). Selanjutnya masukkan tomat yang telah diblender, saus tomat, dan saus sambal botol. Tambahkan garam dan gula secukupnya, masak hingga air mulai menyusut.
  2. Kentalkan topping dengan maizena (dilarutkan terlebih dahulu dengan sedikit air).
  3. Selanjutnya masukkan bawang bombay, tunggu sekitar 1 menit, setelah itu masukkan paprika. Aduk sebentar lalu matikan api.Image
 
1 Comment

Posted by on March 23, 2012 in Masak Yuuk

 

Tags:

Makaroni Panggang

Semua orang pasti suka dengan makanan yang satu ini, termasuk saya. Makaroni panggang atau nama lainnya adalah macaroni schotel. Tapi pernahkah terpikir asal mula makanan yang satu ini? Penasaran, langsung saja saya konsultasi dengan om wikipedia, dan ini dia jawaban yang saya peroleh.

Makaroni merupakan variasi pasta kering yang berasal dari gandum durum. Ia tidak mengandung telur, biasanya berbentuk potongan pendek dengan rongga. Menurut legenda, makaroni dibawa ke Italia oleh Marco Polo pada saat perjalanan kembali ke Venesia dari Cina. Namun teori ini dibantah, karena sepertinya makaroni telah digunakan di Italia setidaknya 1 abad sebelumnya.

Konsensus akademik menyetujui bahwa makaroni berasal dari bahasa Yunani yakni makaria; sejenis kaldu jelai (jelai merupakan sejenis sereal/biji-bijian untuk pakan ternak, penghasil malt, dan sebagai makanan kesehatan) yang disajikan untuk memperingati orang yang telah meninggal, yang selanjutnya berasal dari kata makares yang berarti kematian yang diberkati dan dari kata makarios (makar) yang mempunyai arti diberkati/bahagia.

Di Amerika Utara, makaroni dengan bentuk “siku” (elbow macaroni) biasanya ditemukan pada hidangan makaroni dan keju ala Amerika. Elbow macaroni juga digunakan dalam puding susu. -> hmm, gimana ya rasanya? Membayangkan makaroni dalam versi manis, pasti tetap yummi ;)

Di daerah dengan populasi etnis Cina yang besar yang terbuka terhadap pengaruh budaya barat; seperti Hongkong, Makau, Malaysia, dan Singapura, warga Cina lokal mengadaptasi makaroni sebagai masakan Cina dengan gaya western. Di Hongkong dan Asia Tenggara, makaroni direbus dalam air, kemudian disajikan dengan kaldu beserta tambahan daging ham atau sosis, kacang polong, jamur hitam, atau telur.

Wah, ternyata memang ala Asia Tenggara seperti itu ya, makaroni digunakan untuk bahan sup. Pantas saja selama ini di rumah ketika memasak sayur sop selain menggunakan sayur-sayuran juga menambahkan makaroni rebus.

Selanjutnya, bagaimana dengan makaroni panggang? Apakah di belahan bumi sana mereka punya resep menarik yang bisa saya coba? Tanya om wikipedia lagi aahh :)

Macaroni casserole merupakan masakan makaroni panggang. Makanan ini dikenal sebagai masakan rumahan di negara-negara Eropa bagian utara. Ia merupakan hidangan yang terbuat dari makaroni yang dimasak dengan campuran telur dan susu, serta tambahan bahan-bahan seperti daging, ikan, atau sayuran. Dan umumnya dengan keju yang ditaburkan di atasnya. Ada berbagai sebutan untuk jenis makanan yang satu ini.

Di Finlandia, hidangan ini dikenal dengan sebutan makaronilaatikko atau makaronilåda dan merupakan hidangan tradisonal paling populer. Saat ini masakan tersebut dibuat dengan daging cincang, meskipun awal mulanya tidak dibuat dengan daging. Ketika disiapkan tanpa daging, makaroni biasanya digunakan sebagai pengganti kentang untuk makan. Saat ini macaroni casserole merupakan bagian dari hidangan, dan telah tersedia sebagai makanan kemasan di toko-toko di Finlandia.

Di Swedia, hidangan ini dikenal dengan sebutan makaronipudding. Biasanya dibuat dengan daging ham (potongan daging paha hingga kaki belakang), leek (sayuran yang sejenis dengan bawang bombay dan bawang putih), serta keju. -> ada yang tahu kalau di Indonesia leek ini seperti apa?

Di Malta, hidangan tersebut dikenal sebagai imqarrun. Terbuat dari makaroni, saus bolognese dan telur. Versi lainnya, bisa diberi tambahan hati ayam, telur rebus, kacang polong, dan daging asap. Biasanya pada lapisan atas diberi topping keju parut atau besciamella (béchamel) yang akan meleleh ketika dipanggang. -> mirip dengan keju mozarella kali ya.

Di Indonesia, hidangan ini dikenal dengan nama macaroni schotel. Masakan ini diperkenalkan oleh Belanda selama pendudukan di Indonesia. Oleh karena itu, “schotel” atau “schaal” berasal dari bahasa Belanda yang mengacu pada wadah yang digunakan untuk membuat hidangan ini. Biasanya dibuat dengan keju dan daging atau tuna. Kadang diberi tambahan kentang dan tahu untuk menciptakan rasa yang lebih Asia.

Tertarik untuk mencoba memasaknya? -> absolutely yes ;)

Biarkan khayalanmu berkreasi, ingin dimasak menjadi apa tentu saja boleh ^___^

p.s.: I hope you can share your story about your exploration with macaroni.

Sumber: Wikipedia

 
Leave a comment

Posted by on January 22, 2012 in Masak Yuuk

 

Tags: ,

Yuk, Perbanyak Tabungan Akhirat

Seperti malam-malam yang lalu, makan malam hari itu saya lalui bersama mama dengan menonton televisi. Walaupun hanya 1 – 2 jam, tetapi cukup untuk penghilang penat yang diakibatkan pekerjaan. Secara random mama menyetel saluran. Ketika stasiun televisi A sedang menayangkan iklan, maka tombol remote-pun akan ditekan, mengganti ke stasiun televisi B, C hingga Z, mencari acara yang oke untuk ditonton. Rugi kan kalau yang ditonton cuma iklan-iklan atau sinetron-sinetron yang makin hari makin tidak jelas alur ceritanya :D

Klik tombol ini, klik tombol itu, lihat saluran ini, pindah ke saluran itu, dan secara tak sengaja saluran AN TV yang sedang menayangkan acara DAI MUDA pun menarik minat kami. Tema malam itu adalah bersedekah. Para dai muda membawakan materi yang bertemakan sedekah, tetapi dengan gaya masing-masing. Acara televisi yang menarik sekaligus mendidik!

Satu poin yang sangat menarik bagi saya adalah ucapan mama: “Sedekah tidak hanya dengan uang, tetapi bisa dengan cara berbagi ilmu. Kamu kan langganan majalah tarbawi, gimana kalau isi majalahnya kamu tulis di blog, biar bisa dibaca orang lain”. “wow, what a good idea” pikir saya. Sebelumnya memang pernah terpikir untuk merangkum isi majalah yang telah saya baca kemudian di-share lewat blog. Akan tetapi (lagi-lagi menggunakan alasan klise sibuk dengan pekerjaan) niat tersebut belum sempat terlaksanakan. –> pembelaan diri: bekerja yang halal dengan niat ikhlas karena ALLOH juga dianggap ibadah kan :)

Selain mengerjakan ibadah-ibadah wajib, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah-ibadah sunah, salah satunya adalah sedekah.

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada ALLOH dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia (QS. Al-Hadid: 18).

Begitu banyak ayat dalam al-qur’an yang mengajak kita untuk bersedekah. Selain ayat di atas, beberapa ayat tentang ajuran untuk bersedekah ada di surat Al-Baqarah. Salah satunya surat di bawah ini:

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan ALLOH seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. ALLOH melipatgandakan bagi siapa yang Dia Kehendaki, dan ALLOH Maha Luas, Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 261).

Dari surat Al-Baqarah ayat 261 di atas, saya teringat dengan cerita paman mengenai sedekah. Pertengahan tahun 2011 kemarin, uncu (panggilan orang minang untuk adik bungsu dari ayah/ibu) melakukan perjalanan dakwah selama kurang lebih 4 bulan di India dan Pakistan. Ketika tiba di suatu desa, uncu dan temannya ingin membeli tali untuk menggantung pakaian. Kemudian secara tiba-tiba datang orang tak dikenal yang kemudian langsung memberikan tali tambang yang diperlukan. Orang tersebut berkata: “ambillah, saya percaya ALLOH akan menggantinya sepuluh kali lipat”. –> kurang lebih kalimatnya seperti itu, saya lupa persisnya bagaimana, hehe.

Lanjut ya kisah ceritanya. Siang berganti sore, orang tak dikenal itu datang kembali. Lalu ia menceritakan bahwa ALLOH langsung mengganti apa yang ia sedekahkan sebesar sepuluh kali lipat. Tali tambang yang tadi diberikan seharga 10 rupee, lalu ia mendapat uang sebesar 100 rupee hasil dari keuntungan berdagang di siang hari.

Subhanalloh, janji ALLOH memang pasti kebenarannya.

Teman-teman, jika kamu ditanya, harta mana yang lebih kamu sukai, pilihannya adalah: harta diri sendiri atau harta yang akan diwariskan. Apa yang akan kamu pilih?  Tentu kita akan memilih lebih menyukai harta milik sendiri. Pertanyaan tersebutpun pernah ditanyakan Rasulullah kepada para sahabat.

Dari Ibnu Mas’ud r.a. berkata, Rasulullah saw. Bersabda: “Siapakah diantara kamu sekalian yang lebih mencintai harta ahli warisnya daripada hartanya sendiri?”. Para sahabat menjawab: “Wahai Rasulullah, tidak ada seorang pun diantara kami kecuali ia lebih mencintai hartanya sendiri”. Beliau bersabda: “Sesungguhnya hartanya sendiri adalah harta yang harus didahulukan dan harta ahli warisnya adalah harta yang harus dikemudiankan” (HR. Bukhari).

Kadang kita masih mencintai harta yang justru nantinya akan kita wariskan kepada ahli waris, ketimbang lebih mencintai harta diri sendiri. “Memang ada bedanya ya? Kan sama-sama harta milik sendiri”. Tentu saja berbeda. Harta yang diwariskan maksudnya adalah harta yang kita peroleh selama hidup di dunia dan nantinya pada saat meninggal harta tersebut akan dibagikan kepada ahli waris. Sedangkan maksud dari harta diri sendiri adalah harta yang akan kita bawa sebagai bekal untuk kehidupan selanjutnya setelah meninggal.

Kita percaya bahwa kehidupan dan kematian seseorang merupakan misteri yang hanya diketahui oleh ALLOH. Kita pun percaya bahwa kehidupan di dunia hanyalah perjalanan transit menuju kehidupan abadi kelak. Oleh karena itu, yuuk teman-teman, mari perbanyak tabungan akhirat kita. ^__^

Dari Ibnu Mas’ud r.a. dari Nabi saw., beliau bersabda: “Tidak ada iri hati yang diperbolehkan kecuali dalam dua hal, yaitu: seseorang yang diberi kekayaan harta oleh ALLOH kemudian dihabiskannya dalam menegakkan kebenaran, dan seseorang yang diberi ilmu oleh ALLOH kemudian diamalkan dan diajarkannya kepada sesama manusia” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sumber:

  1. Fiqih Sunah Untuk Wanita oleh Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim.
  2. Terjemahan Riyadlus Shalihin bagian I.
 
Leave a comment

Posted by on January 15, 2012 in Indahnya Islam

 

Tags: ,

Hello!

Hello WordPress, I’m back!

Maaf yaa, saya sempat vakum beberapa tahun dari dunia per-blog-an Indonesia. Maklum, sibuk dengan pekerjaan -> alasan klise [senyum lebar].

Alhamdulillah, hari-hari saya selama 3 tahun terakhir ini sangat indah. Skenario ALLOH memang sungguh teramat indah bagi orang-orang yang bisa mengambil hikmah. Siapa sangka, di tahun 2009 saya mutasi ke Jakarta, kota tercinta. Dan saat ini, Alhamdulillah lagi, saya diberi kesempatan untuk bekerja sambil belajar di bagian National Accounts. Unpredictable life, isn’t it?

Oleh karena haluan saya berubah, dari “teknisi lapangan” menjadi “teknisi di depan komputer” yang harus berjibaku dengan System of National Account, maka posting mengenai kegiatan PPLS’08 pasca lebaran tidak bisa diteruskan. Maaf yaa ^_^

Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah sesuatu itu (QS. Yaasin: 82).

Bagi kamu-kamu yang saat ini sedang meraih impian, jangan putus asa dan menyerah ya, karena tidak ada yang tidak mungkin bagi ALLOH. Oleh sebab itu tetaplah semangat berusaha, dan jangan pernah bosan untuk berdo’a. Oh iya, mintalah restu orang tua, karena ridho orang tua merupakan ridhonya ALLOH. -> untuk yang satu ini saya sudah membuktikannya!

Ini ceritaku, bagaimana ceritamu? :)

 
2 Comments

Posted by on December 6, 2011 in atashi,,

 

PPLS’08 in project – pra Lebaran

Berdasarkan keputusan, periode pendataan PPLS’08 diLaksanakan muLai tgL 1-30 September 2008,, Berbeda dari sensus ataupun survei2 yg biasa diLakukan oLeh BPS, kegiatan yg satu ini bertujuan untuk mengumpuLkan data2 rinci mengenai rumah tangga miskin,, Jika pubLikasi2 BPS sebeLumnya hanya menampiLkan seberapa besar jumLah orang miskin, nah untuk PPLS’08 ini akan dihasiLkan data rinci kondisi anggota rumah tangga yg masuk kriteria miskin,, Intinya PPLS’08 ini sebagai database kemiskinan Indonesia,, [untuk Lengkapnya baca posting "PPLS'08" aja y ^_^]

KaLo boLeh miLih, mending ikut peLatihan pranata komputer yg diadakan di Jakarta aja deh daripada terLibat daLam PPLS, hehe,, [serem euy seteLah mendengar berbagai kasus yg terjadi di sini pasca PSE'05],, Tapi, yg namanya kewajiban harusLah diLaksanakan,, Ayoo, maju terus pantang mundur! ^_^

SeteLah mengikuti peLatihan & menyiapkan daftar PPLS’08-LS, kini saatnya untuk berkoordinasi dgn Camat, WaLi Nagari, serta petugas pencacah,, ALhamduLiLLah, para aparat Kecamatan & Kenagarian mendukung serta siap membantu menyukseskan kegiatan ini,, PLotting petugas gmn? BukanLah haL yg mudah menentukan wiLayah kerja para petugas,, Gimana ga puyeng kaLo untuk Kecamatan pengawasanku & K’Andha ada 14 orang petugas yg disebar ke 4 Nagari [terdiri dari 32 Kampung; 4250 RTS],, Blom Lagi kebijakan yg menginginkan wiLayah kerja petugas2 bukan di Kampung tempat mereka tinggaL,, Whew, bikin ribet!

Koordinasi dgn aparat Kecamatan udah oke, petugas2 pun udah siap turun ke Lapangan,, Next step: pencacahan,, Sebaik-baik rencana yg disiapkan, eh adaa aja masaLah yg terjadi,, MuLai dari KepaLa Kampung yg ga bersedia menemani petugas pada saat pendataan, KepaLa Kampung & warga yg ga jujur saat dicacah, petugas2 yg ngotot nanya honor, Lokasi yg jauh dijangkau, serta kendaLa2 Lain yg bikin pusing kepaLa,, [bLom Lagi deadLine SPN,, Waduw, bisa Lebaran di Jakarta ga yaa,,]

Meski banyak masaLah, ALhamduLiLLah smua bisa teratasi,, Proses pendataanpun berjaLan Lancar,, [asiikk, bisa puLang ke rumah sesuai jadwaL, heuheu,,]

Trus, gimana keLanjutannya seteLah 1 buLan mendata?? Disambung ke “PPLS’08 in project – pasca Lebaran” yak ^_^

 
3 Comments

Posted by on December 28, 2008 in daiLy activities,,

 

-Sakernas-

Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) merupakan survei yg dirancang khusus untuk mengumpuLkan data yg dapat menggambarkan keadaan umum ketenagakerjaan,, Sampai saat ini, Sakernas mengaLami berbagai perubahan, baik daLam periode pencacahan maupun cakupan sampeL wiLayah dan rumah tangga,, Tahun 1986 sampai dengan 1993 Sakernas diLaksanakan secara triwuLanan, Tahun 1994 sampai dengan 2001 diLaksanakan secara tahunan setiap buLan Agustus, dan Tahun 2002 hingga 2004 seLain secara tahunan juga diLaksanakan secara triwuLanan,, Sakernas periode 1986 sampai dengan 1993 dirancang untuk penyajian data sampai tingkat provinsi, sedangkan Sakernas triwulanan dalam periode 2002 sampai 2004 dirancang untuk penyajian indikator ketenagakerjaan tingkat nasional,,

Dengan smakin mendesaknya tuntutan data ketenagakerjaan, baik variasi, kontinuitas, dan kemutakhirannya serta berdasarkan berbagai pertimbangan, maka mulai tahun 2005 sampai saat ini Sakernas dilaksanakan secara semesteran, yakni semester I (Februari) dan semester II (Agustus),, Mulai tahun 2007, setiap hasil Sakernas semester II (Agustus) dapat disajikan menurut Kabupaten/Kota,,

Nah, Tujuan pengumpulan data Sakernas antara lain:

a)  menyediakan data pokok ketenagakerjaan yg berkesinambungan setiap semesteran,,

b)  memperoleh informasi data jumlah penduduk yg bekerja dan pengangguran, penduduk yg pernah berhenti/pindah bekerja, serta perkembangannya dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, maupun Nasional,,

sumber: buku Pedoman Pencacahan Sakernas 2008

 
Leave a comment

Posted by on September 17, 2008 in daiLy activities,,

 

aLhamduLiLLah ^_^

ALhamduLiLLah ,,,

senangnyaaa,,,

fiuhh,, beban berat teLah hiLang,,

Susenas teLah sLesai, baik pencacahan maupun perapihan kuesioner2,, Sakernaspun teLah 4 Blok Sensus (BS) yg dicacah [dgn kata Lain tersisa 1 Blok Sensus yg bLm dicacah],, heuheu,,

[sgitu senengnya udah sLesei, emg brp BS sih yg dicacah?]

Yupp,, seneng bgt!

Ga banyak koq, masing2 5 BS untuk Susenas & Sakernas, dmana 1 BS merupakan BS paneL,, [apaan tuh bLok sensus paneL?], BS paneL merupakan BS dmana rumah tangga yg terpiLih sbg sampeL akan dicacah dari tahun 2007 hingga 2010, tujuannya utk meLihat perkembangan rumah tangga terpiLih tsbt, baik dari segi ekonomi maupun dari segi ketenagakerjaan,, WaLopun ga banyak [iya, memang ga byk, tp jarak tempuhnya Lumayan bikin badan pegeL2, pdhaL naik motor,,], tapi pertanyaannya itu yg bikin puyeng,, untuk 1 rumah tangga, butuh waktu cacah skitar 1jam,, [busyet, Lama bener?], iyaa, memang harus Lama, krn pertanyaan2 yg diajukan sgt detaiL, muLai dari brp kiLogram beras yg dikonsumsi perminggunya, hingga pendapatan perbuLan,,

Sbg pencacah, aku sih fine2 aja dgn bejibunnya list pertanyaan, kan memang udh tanggung jawab kita sbg pencacah,, Tapii, yg namanya kendaLa sLaLu aja ada; responden yg ga weLcome dan menjawab pertanyaan dgn asaL2an, responden yg mengira akan dpt bantuan krn dicacah, atw responden yg weLcome tp ga bisa berbahasa Indonesia,, Banyak macem deh,, ktemu dgn berbagai orang, dgn Latar ekonomi, pendidikan & pekerjaan yg beda2,, Poin pLus yg bisa diambiL dari kegiatan nyacah Langsung turun ke Lapangan ini adaLah rasa syukur,, Yupp, bersyukur bgt atas apa yg aku peroLeh sLama ini,, Sedih ngeLihat anak2 yg pengen skoLah tapi terbentur biaya, nenek2 yg harus hidup sndirian tanpa memiLiki anak, atw ayah yg tidak bisa menafkahi keLuarganya,,

Poin pLus Lainnya adaLah memahami knapa BPS menggunakan pndekatan pengeLuaran untuk mengetahui pendapatan seseorang,, seseorang bakaL Lebih jujur kLo ditanya makan aja apa daLam seminggu, beLi barang2 apa aja daLam sebuLan, ketimbang ditanya penghasiLannya berapa daLam sebuLan,, Nah, dgn asumsi bahwa pengeLuaran sebanding dgn pendapatan, maka bisa diperoLeh berapa sih kira2 penghasiLan penduduk,,

Hmm, hmm,, skrg bLm saatnya utk bersenang2,, masih buanyak pekerjaan menanti; ada Survei Peternakan Nasional (SPN) [ktmu dgn itik2 Luchu, hehe,,], Survei Khusus Sistem Neraca Nasional Indonesia (SNNI) yg sampe sekarang bLm dpt responden [whoaa, harus kmana ku kejar responden??], dan PPLS’08 yg bikin merinding para KSK dan kami pegawai BPS Kabupaten [untuk kegiatan yg satu ini; wish us Luck y ^_^]

Smangat!! Aja Aja Fighting!! Ganbare!! Bon Courage!!

** bagi yg bLm famiLiar dgn istiLah2 BPS, BS mrpkn singkatan dari bLok sensus,, BLok Sensus adaLah bagian dari suatu wiLayah desa/keLurahan yg merupakan daerah kerja dari seorang pencacah,, BLok Sensus memiLiki kriteria2, yaitu:

1.  setiap wiLayah desa/keLurahan dibagi habis menjadi beberapa bLok sensus,

2.  bLok sensus harus mempunyai batas2 yg jeLas/mudah dikenaLi, baik batas aLam maupun buatan,, batas satuan Lingkungan setempat (SLS), seperti: RT, RW, dusun, Lingkungan, dan sbagainya diutamakan sebagai batas bLok sensus biLa batas SLS tersebut jeLas (batas aLam atau buatan),

3.  Satu bLok sensus harus terLetak daLam satu hamparan.

BLok sensus yg mempunyai muatan Lebih dari 150 rumah tangga harus dipecah menjadi beberapa sub bLok sensus,,

 
Leave a comment

Posted by on August 21, 2008 in daiLy activities,,

 

Painan in crisis!!

whoaaa,,,,

Painan saat ini sdg mngaLami muLti krisis,, muLai dari krisis Listrik [ bayangin aja, tiap 3 jam listrik mati,, hidupnyapun jg dijatah 3 jam,,], trus krisis air [air PAM di Painan smpt tdk mengaLir ke rmh2 warga krg Lebih 24 jam,, bikin tambah puyeng,,], dan skrg sinyal IM3pun ikut2an menghilang [waduh, g bisa sms2, teLp2an, atw browsing nih, hikss]

 
3 Comments

Posted by on August 16, 2008 in atashi,,

 

Tags: ,

-Susenas-

Susenas atau Survei Sosial Ekonomi NasionaL merupakan saLah satu kegiatan rutin BPS tiap tahun,, Survei ini teLah terLaksana sejak tahun 1963,, Sejak tahun 1992, data yg dikumpuLkan meLaLui Susenas terbagi daLam 2 jenis; data kor (keterangan pokok) dan data moduL (keterangan khusus),, Data moduL dikumpuLkan bersamaan dengan data kor, dimana jenis moduL yg ditanyakan bergantian untuk tiap tahunnya,, Data moduL Susenas terdiri dari: moduL perumahan & kesehatan, moduL konsumsi & pengeLuaran rumah tangga, serta moduL pendidikan & sosiaL budaya,, Nah, untuk tahun ini giLirannya moduL konsumsi & pengeLuaran rumah tangga,,

Tujuan utama pengumpuLan data Susenas JuLi 2008 adaLah tersedianya data tentang kesejahteraan masyarakat daLam haL pendidikan, kesehatan, dan kemampuan daya beLi,, Sedangkan tujuan khususnya adaLah: (a) tersedianya data pokok tentang kesejahteraan masyarakat yg sangat dibutuhkan untuk perencanaan, monitoring, dan evaLuasi keberhasiLan pembangunan, (b) tersedianya data rinci tentang kesejahteraan rumah tangga seperti pendidikan, kesehatan, fertiLitas/KB, serta data kependudukan menurut goLongan umur, jenis keLamin, dan status perkawinan,,

Tiap moduL Susenas memiLiki tujuan tersendiri,, Untuk moduL konsumsi tujuannya antara lain: (a) mendapatkan informasi mengenai pengeLuaran rumah tangga baik makanan (seminggu yg LaLu) maupun bukan makanan (sebuLan dan 12 buLan yg LaLu), (b) meLihat poLa konsumsi penduduk, (c) menghitung jumLah penduduk miskin,,

-Sumber: buku pedoman pencacah Susenas 2008-

 
1 Comment

Posted by on July 23, 2008 in daiLy activities,,

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.